logo rilis
Tinggal 2,6 Persen Penduduk Belum Rekam e-KTP
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
25 Maret 2018, 07:05 WIB
Tinggal 2,6 Persen Penduduk Belum Rekam e-KTP
Warga merekam data kependudukan untuk mendapatkan KTP elektronik. FOTO: Dok Setkab.

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil terus menggenjot angka perekaman data kependudukan untuk penerbitan Kartu Tanda Penduduk elektronik. Upaya tersebut diharapkan tuntas sebelum pelaksanaan Pemilu 2019.

Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo, menjelaskan bahwa total penduduk wajib KTP pada semester I 2017 sebesar 189.635.855 jiwa. Namun, hingga kini masih tersisa 2,6 persen atau sekitar 4.831.000 jiwa penduduk yang belum melakukan perekaman data.

"Upaya ini (perekaman data kependudukan) termasuk yang belum tuntas juga di Papua," kata Hadi seperti dilansir laman Kemendagri, kemarin.

Percepatan perekaman data kependudukan ini juga berpengaruh pada tingkat kepuasan pelayanan publik berdasarkan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) yang dimiliki Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

"Dalam survey pelayanan publik yang ada di situs Kementerian PANRB masyarakat meminta agar percepatan perekaman KTP elektronik tak diganjal permasalahan," ujarnya.

Sebelumnya, Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, telah memberikan password ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk memverifikasi data pemilih, sehingga bisa dicek kepemilikan KTP elektronik pemilih.

"Kami sudah memberi password kepada 514 KPU kabupaten/kota dan 31 KPU provinsi serta Bawaslu, sehingga semua data penduduk dapat diverifikasi secara digital," kata Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arief Fakrulloh.


500
komentar (0)