logo rilis

Tindakan Aris Budiman Berbuntut Sanksi, Ini Dia...
Kontributor
Tari Oktaviani
10 April 2018, 10:09 WIB
Tindakan Aris Budiman Berbuntut Sanksi, Ini Dia...
Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Brigjend Aris Budiman, memberikan keterangan di depan Pansus Hak Angket KPK, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/8/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Penyidikannya Brigjen Pol Aris Budiman terindikasi melakukan pelanggaran. Ini lantaran Aris pernah datang ke Pansus Angket KPK di DPR untuk menceritakan bahasan internal.

Hal itu dibenarkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada Senin (9/4/2018) malam. Menurutnya pimpinan KPK telah sepakat apa yang dilakukan Aris merupakan salah satu jenis pelanggaran. Namun pelanggaran di tingkat apa, Febri belum mau membeberkannya ke media.

"Sudah ada keputusan tentang pelanggaran. Tapi pelanggarannya ditingkat apa nanti akan kita sampaikan lebih lanjut. Kita perlu ingat ada dua peristiwa yang terjadi saat itu. Yang pertama terkait dengan pengiriman email. Yang kedua terkait dengan kehadiran di pansus angket," ungkap Febri.

Ia mengatakan, kasus tersebut sudah pernah diproses di Direktorat Pengawas Internal KPK. Kala itu Aris juga sudah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi.

"Keduanya sudah dilakukan proses klarifikasi dan pemeriksaan di Direktorat PI di KPK," ungkapnya.

Menurut Febri keputusan itu akan disampaikan kepada publik pada waktunya. Sebab, sejauh ini masih ada proses-proses administratif yang masih harus dilakukan Aris.

"Karena kami paham betul, KPK sesuai yang diatur di UU 30 Tahun 2002 bertanggung jawab pada publik . Jadi oleh karena itulah setiap pekerjaan kami terbuka dan senang hati diawasi oleh publik," tegasnya.

Kendati demikian, Febri mengatakan pelanggaran itu tidak ada kaitannya dengan penarikan Aris oleh Polri. Menurutnya hal itu merupakan kewenangan yang berbeda.

"Kalau pun ada penarikan itu merupakan kewenangan yang terpisah. Misalnya kalau Kapolri ingin menarik salah seorang staf atau salah seorang yang ditugaskan ke KPK atau dimana pun itu menjadi domain kewenangan dari Kapolri. Sedangkan terkait proses penanganan internal itu proses yang terpisah," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Aris Budiman pernah datang menjadi saksi di pansus angket KPK. Kala itu ia membeberkan penanganan perkara di KPK. Selain itu, Aris juga pernah berkonflik dengan penyidik senior Novel Baswedan dalam email yang mulai dikirimkan oleh Novel kepadanya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)