logo rilis
Tindak Penyimpangan Rastra, Kemensos Turunkan Tim 
Kontributor
Eroby JF
21 Maret 2018, 16:05 WIB
Tindak Penyimpangan Rastra, Kemensos Turunkan Tim 
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Sosial menurunkan tim ke daerah-daerah yang terindikasi  melakukan penyimpangan penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (Rastra). Hal ini dilakukan untuk mengawasi, dan menindak tegas pelaku penyimpangan dalam penyaluran Rastra.

"Tim telah kita terjunkan dan bekerja sama dengan kepolisian menelusuri setiap penyimpangan," kata Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi ZA Dulung dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Dia mencontohkan, ada satu tim yang diturunkan di salah satu desa di Jawa Timur, karena kepala desa enggan menggunakan data yang telah diperbarui setiap bulannya.

Andi menjelaskan, ada sejumlah modus penyimpangan yang dilakukan kepala desa antara lain dengan membagi rata rastra dan menahan penyalurannya. Akibat hal itu, banyak kepala desa yang harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Masih banyaknya penyimpangan penyaluran Rastra tersebut, mendorong Presiden Jokowi mengubah sistem penyalurannya menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Data Kementerian Sosial menunjukkan penyaluran BPNT selama Januari-Februari-Maret 2018 sudah mencapai 97 persen.

Pemerintah berencana memperluas jangkauan BPNT dari semula sebanyak 44 kabupaten/kota akan ditambah 24 kabupaten/kota pada 2018.

Kabupaten/kota yang menjadi target perluasan BPNT adalah Kota Banda Aceh, Kota Solok, Kota Bengkulu, Kota Metro, Kota Pangkalpinang, Kota Tanjungpinang, Sukabumi, Bandung, Garut, Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, Boyolali, Bantul, Gunungkidul, Sleman, Malang, Banyuwangi, Sidoarjo, Mojokerto, Tangerang, Tabalong dan Kota Tarakan.

Sebelumnya, Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan, program bansos yang diiniasi pemerintah mampu mendorong kreativitas masyarakat penerima bantuan untuk lebih produktif.

"Dengan bantuan ini, kami juga mendorong mereka memiliki kreativitas agar lebih produktif sehingga pada waktu tertentu bisa keluar dari kemiskinan," kata Idrus.

Ia juga menegaskan, orientasi dari bansos adalah untuk mengurangi kemiskinan dan mengatasi ketimpangan.

"Yang penting juga adalah bagaimana mendorong daya beli, dalam arti mengubah perilaku masyarakat supaya langkah-langkah yang diambil terdorong untuk lebih mandiri," kata Idrus.

Program bansos, menurut Idrus, tidak hanya memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, namun juga kebutuhan mendasar menyangkut pemberdayaan agar bisa hidup lebih mandiri.

"Ini tentu perlu proses, itulah pemberdayaannya," kata dia.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)