logo rilis
Tim Psikososial Kemsos Diterjunkan Tangani Trauma Korban dan Keluarga
Kontributor
Eroby JF
14 Mei 2018, 22:03 WIB
Tim Psikososial Kemsos Diterjunkan Tangani Trauma Korban dan Keluarga
Lokasi bom di gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Sosial Idrus Marham menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya pengeboman pada tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Pengeboman terjadi di tiga gereja di Surabaya, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja GPPS di Jalan Arjuna.

"Kejadian ini menggoreskan luka bagi seluruh warga Indonesia. Karena itu, Kementerian Sosial mengambil langkah-langkah cepat dengan fokus utama menangani para korban sebaik-baiknya," papar Mensos Idrus Marham, dikutip dari laman kemsos.go.id, Senin (14/5/2018).

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menerjunkan personel yang terdiri dari tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) sebanyak 25 orang, Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebanyak 30 orang, ditambah Tenaga Pelopor Perdamaian, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Sosial Kota Surabaya untuk membantu para korban.

Tim Kementerian Sosial ini, lanjut Idrus, adalah bentuk kehadiran negara memberikan pendampingan dan perhatian kepada para korban, serta guna memastikan kebutuhan-kebutuhan mereka tertangani dan terpenuhi dengan baik.

"Ini adalah tanggung jawab negara. Dengan adanya tim LDP diharapkan dapat memberikan rasa tenang dan menghapus trauma korban dan keluarga korban secara perlahan-lahan. Kami akan berupaya sebaik mungkin menangani korban dan keluarganya," kata politisi Partai Golkar ini.

Menurutnya, korban bencana sosial biasanya merasa takut, cemas dan was-was. Mereka juga tidak mau ditinggal sendiri dan mudah curiga pada orang lain. Karena itu, Tim LDP harus menggunakan seragam sebagai identitas sehingga mudah dikenali dan memberikan rasa percaya terhadap korban.

"Kepada tim Kementerian Sosial di Surabaya secara tegas telah saya sampaikan agar pastikan terus dekat dengan mereka. Penuhi kebutuhannya. Jadilah pendengar yang baik. Biarkan mereka ekspresikan perasaannya karena itu salah satu upaya mental katarsis untuk penyembuhan mereka dari kejadian traumatis," terang Idrus.


500
komentar (0)