logo rilis

​Tim Balitbangtan Cek Lokasi Program Bekerja di Lombok Tengah
Kontributor

26 Mei 2018, 18:34 WIB
​Tim Balitbangtan Cek Lokasi Program Bekerja di Lombok Tengah
Tim Balitbangtan saat melakukan kunjungan ke Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kunjungan dilakukan untuk mengetahui lokasi pelaksanaan Program Bekerja. FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Lombok Tengah— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menerjunkan tim ke Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk Program Berantas Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja).

Perwakilan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Balitbangtan, Ladiyani Retno, menyatakan, Program Bekerja merupakan upaya mengentaskan kemiskinan dengan pendekatan "pemberian kail", bukan "umpan".

"Berupa sejumlah ternak unggas ayam, tanaman semusim sayuran dan tanaman tahunan kelapa, serta bahan pendukung dan metode pengelolaannya yang menguntungkan pada tiap keluarga miskin," ujarnya.

Sebelum memulai Program Bekerja, tim Balitbangtan berkoordinasi instansi terkait. Kemudian, melakukan pengecekan, verifikasi data, dan cek lapangan (ground check).

Hasilnya, terdapat sekitar 13 ribu rumah tangga miskin (RTM). Dua kecamatan ditetapkan sebagai pelaksanaan Program Bekerja, Kecamatan Praya Timur dan Kecamtan Praya Barat.

Perwakilan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB, drh. Luh Gde Astiti M.Si, menambahkan, banyak RTM di Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat. Saat berdiskusi, Kepala Desa Batujai merekomendasikan tim Balitbangtan mendatangi tempat yang banyak penduduk miskin, seperti Dusun Karangdalam dan Dusun Batujai.

Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, masyarakat setempat kondisinya memprihatinkan dan perlu dibantu. Tim Balitbangtan juga melakukan pengecekan ke Dusun Mentorok dan Dusun Pengalang, Desa Kateng. 

Dari kunjungan ke desa-desa tersebut, rumah penduduk miskin di sana berupa bilik, fasilitas minimalis, aset lahan terbatas, serta kepala keluarganya bekerja sebagai petani gurem, buruh tani, dan serabutan. Kondisi di Dusun Sadang Lauk dan Sadang Daye, juga memprihatinkan.

Hasil pertemuan membangkitkan optimisme tim Balitbangtan, bahwa Program  Bekerja mampu mengentaskan mereka dari kemiskinan. Ini, terlihat dari keuletan warga dalam beternak, bertani, membuat kerajinan, serta dari semangat dan pancaran wajah ketika diajak berdialog.

Selain menjadi lumbung pangan, Semoga petani NTB makin sejahtera dan bebas dari kemiskinan.

Sumber: Ladiyani Retno Widowati/Mastur/Balitbangtan Kementan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)