Home » Peristiwa » Nasional

Tiga Kandidat Presidium KAHMI Adu Gagasan di Yogyakarta

print this page Senin, 6/11/2017 | 07:03

Menjelang Munas ke-10, Pimpinan KAHMI menghadap Wapres Jusuf Kalla. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Tiga kandidat calon Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yakni Erwin Muslimin Singajuru, Subandriyo dan Sigit Pamungkas memaparkan visi misinya dalam acara Silaturahim Majelis Wilayah KAHMI DIY-Jawa Tengah. 

Acara tersebut bertema ‘Sambung Rasa Bersama Calon Presidium Majelis Nasional KAHMI’ diselenggarakan di Gedung Seminar Fisipol UGM, Yogyakarta, Minggu (5/11/2017).

Sebelum memaparkan visi misi, Erwin mengkritik program-program kerja KAHMI periode 2012-2017 di bawah kepemimpinan Mahfud MD. Menurutnya program yang dijalankan tak berdampak bagi masyarakat. Jika terpilih masuk kedalam presidium KAHMI, Erwin berkomitmen memperjuangkan adanya sekolah bahkan Universitas KAHMI.  

Erwin menyayangkan apabila tidak berdiri sarana pendidikan atas nama HMI. Padahal, usia HMI tergolong tua dan alumninya menyebar di Indonesia dengan beragam latar belakang profesi.

"Ke depan saya ingin menjadi pejuang, pemikir, dan pembaharu. Nanti mudah-mudahan bisa menjawab persoalan yang selama ini belum terjawab. Saya akan mencoba memadukan ekonomi dengan intelektual," katanya.

Sementara itu Subandriyo, mengatakan bahwa dirinya akan membawa KAHMI ke arah enterpreneur. Menurutnya, mayoritas profesi alumnus HMI lebih banyak menjadi politisi dan akademisi dan kurang berminat bidang wirausaha. 

"Salah satu program unggulan saya usung adalah menumbuhkan jiwa wirausaha di KAHMI. Karena bidang ekonomi sangat penting dan perlu digagas," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sigit Pamungkas mengatakan KAHMI harus menjadi pioner terdepan bagi bangsa. Menurut mantan Komisioner KPU RI itu, KAHMI tidak perlu menjadi ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah dalam hal pendidikan. 

KAHMI harus menjadi pemersatu elemen bangsa, tidak sekadar menjadi pelengkap saja. KAHMI, kata Sigit, mempunyai kewajiban memberikan kritik kepada pemerintah jika kebijakanya keliru, tetapi juga harus mendukung kebijakan pemerintah yang baik.

 "KAHMI ke depan harus mengawal kebijakan pemerintah secara proporsional," tuntasnya.

Diberitakan sebelumnya, Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI ke X akan diselenggarakan di Kota Medan pada 17-19 November 2017. Adapun nama-nama yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi sebagai bakal calon Presidum KAHMI Periode 2017-2022 berjumlah 35 orang. 

Penulis Tio Pirnando
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

kahmi munas ke x kahmi hmi

loading...