logo rilis
Tiga Hal Ini Bikin Prabowo Ragu 'Nyapres'?
Kontributor
Nailin In Saroh
01 April 2018, 11:45 WIB
Tiga Hal Ini Bikin Prabowo Ragu 'Nyapres'?
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, hingga kini belum mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Pilpres 2019, meskipun seluruh kader partai mendorongnya kembali menantang petahana, Joko Widodo.

Pengamat politik dari Mahara Leadership, Iwel Sastra, menyebutkan ada tiga faktor yang membuat Prabowo ragu-ragu untuk maju. 

Pertama adalah survei. Iwel menilai, di era pemilihan langsung, survei sudah jadi panduan bagi kandidat dan partai politik dalam menentukan sikap politik. 

Survei, kata Iwel, sebagai tolak ukur untuk mengkaji dan mengukur elektabilitas seorang kandidat.

"Saat ini elektabilitas Prabowo masih jauh di bawah petahana (Jokowi). Prabowo juga tidak bisa menjaga pemilihnya pada Pilpres 2014. Dia (Prabowo) malah semakin tergerus dengan hadirnya tokoh-tokoh baru," katanya di Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Kedua, jumlah suara dukungan atau ambang batas (presidential threshold) sebesar 20 persen. Menurutnya, Gerindra hanya mengantongi 13 persen sehingga tidak bisa mengusung pasangan capres-cawapres sendiri. Makanya, Gerindra harus berkoalisi dengan PKS atau PAN, atau dengan keduanya-duanya.

"Di sini, Prabowo melihat juga kesetiaan koalisinya. Terutama PKS yang sudah jadi soulmate," tukas Iwel.

Ketiga, opini yang berkembang belakangan ini menyebutkan, mantan Danjen Kopasus itu lebih baik menjadi king maker, juga menjadi pertimbangan lainnya. 

Karena itu, hemat Iwel, sejauh ini Prabowo masih mendengar masukan dari sejumlah tokoh dan pengamat agar dirinya menjadi king maker, seperti sosok Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2014 yang mengusung Jokowi.

"Tentu Prabowo sebagai negarawan mendengarkan masukan-masukan itu. Dia menimbang-nimbang akan tetap maju atau mendorong figur lain," pungkasnya.

Editor: Kurniati


500
komentar (0)