logo rilis
Tiba di KPK, Ketum PKB Muhaimin Iskandar Diperiksa Kasus Suap PUPR
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
29 Januari 2020, 14:30 WIB
Tiba di KPK, Ketum PKB Muhaimin Iskandar Diperiksa Kasus Suap PUPR
FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (29/1/2020). 

Ia datang ke KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait  tindak pidana korupsi tersangka Hong Arta selaku penerima hadiah  proyek di  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2016. 

Dilansir dari Antara, Cak Imin tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.10 WIB menggunakan jaket dan baju putih.

Saat ditanya wartawan, Cak Imin enggan berkomentar terkait kedatangannya tersebut. 

"Nanti aja yah," kata Cak Imin sambil berlalu.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, pihaknya memanggil Cak Imin sebagai saksi tersangka Hong Arta (HA) tersangka  tindak pidana korupsi selaku penerima hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR tahun anggaran 2016.

"A. Muhaimin Iskandar sebagi saksi terhadap HA tersangka pidana korupsi penerima hadiah terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat TA 2016," kata Ali.

Cak Imin pernah juga dipanggil sebelumnya pada tanggal 19 November 2019 terkait kasus yang sama tapi yang bersangkutan mangkir hadir.

Cak Imin hari ini memenuhi panggilan KPK sebagai saksi atas tersangka Hong Arta sebagai Direktur Utama PT Sharleen Raya yang menerima hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR tahun anggaran 2016.

Sebelumnya KPK telah menetapkan Hong Arta sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di Kementerian PUPR

Hong Arta diduga memberikan suap kepada sejumlah pihak terkait proyek PUPR seperti Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar yang dilakukan pada pertengahan 2015.

Beberapa menit setelah Cak Imin masuk ke dalam gedung KPK, Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Hanif Dhakiri keluar dari gedung KPK tanpa memberikan keterangan kepada awak media.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID