logo rilis
Tiap Tahun Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Pengamat Sebut Ada Kesalahan Sistem Distribusi
Kontributor
Elvi R
20 Februari 2020, 19:30 WIB
Tiap Tahun Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Pengamat Sebut Ada Kesalahan Sistem Distribusi
Pakar Pertanian IPB Dwi Andreas Santosa. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi disejumlah daerah terus berulang setiap tahun. Pakar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menyebut ada kesalahan sistem distribusi yang terjadi pada pupuk bersubsidi.

"Hal ini menjadikan kelangkaan pupuk bersubsidi berulang setiap tahun. Begitu saja terus tanpa ada perubahan ke arah lebih baik," ujar Dwi kepada rilis.id, di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dia mengatakan, kelangkaan pupuk merata di berbagai daerah. Terutama daerah pulau atau pun yang memiliki kesulitan dalam transportasi.

"Tidak hanya di Gunungsitoli, di semua daerah hampir sulit pupuk biasa dan terutama bersubsidi saat dibutuhkan," katanya.

Sementara itu, sistem distribusi pupuk bersubsidi tidak pernah dirubah. Seharusnya, menurut guru besar IPB ini, perlu evaluasi distribusi pupuk.

Lebih lanjut, tutur Dwi distribusi pupuk terbagi menjadi empat lini. Pertama pabrik mendapatkan surat keputusan dari kementerian. Kemudian diteruskan kepada pemerintah provinsi dan diteruskan kepada kabupaten hingga ke pengecer.

"Jadi terlalu lama. Sudah saya sampaikan bahwa seharusnya diubah sistem ini. Berikan saja langsung subsidi berupa uang. Tidak mungkin tidak dibelikan pupuk sama petani," beber Andreas.

Sebelumnya, masyarakat Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mengeluh terkait sulitnya mendapatkan air bersih dan pupuk bersubsidi di daerah itu.

"Masalah yang dominan disampaikan dan dikeluhkan masyarakat adalah terkait sulitnya mendapatkan air bersih dan pupuk bersubsidi," kata Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa, Rabu (20/2/2020). 

"Kita mendorong Pemerintah Kota Gunungsitoli membantu masyarakat agar tidak sulit mendapat pupuk bersubsidi dan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar," ujarnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID