logo rilis

THR PNS Naik, Nasib Guru Honorer Bikin Miris
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
26 Mei 2018, 02:16 WIB
THR PNS Naik, Nasib Guru Honorer Bikin Miris
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. FOTO: Dok DPR.

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, meminta pemerintah memperhatikan nasib 736 ribu guru honorer di seluruh Indonesia, terlebih tak ada alokasi THR bagi mereka pada lebaran tahun ini. 

"Di saat peraturan pemerintah tentang THR keluar, ingatlah tidak ada THR bagi ratusan ribu guru honorer di luar sana," ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (25/5/2018) malam.

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2018 tentang pemberian THR tahun 2018 kepada PNS, TNI/Polri, pensiunan, dan penerima tunjangan telah ditandatangani presiden. 

Namun, mengacu data Kemendikbud, ada 736 ribu tenaga guru honorer, di mana mereka bukanlah yang termasuk dalam skema penerima THR tersebut.

"Selayaknya, sudah menjadi perhatian Pemerintah RI mengenai nasib guru honorer, ada yang sudah mengabdi puluhan tahun, tapi THR pun enggak ada," ujar Politisi PKS dari Dapil Jawa Tengah itu.

Ia melanjutkan, masih banyak honorer guru yang masih digaji hanya 200-300 ribu saja.  Meski sebagian lainnya yang sudah sertifikasi, mendapat upah lebih baik, sebesar Rp1,5 juta. 

"Namun semuanya bernasib sama, tidak ada THR," tuturnya.

Padahal, guru honorer, terutama di daerah-daerah, merupakan ujung tombak pendidikan negeri.  Bagaimana tidak, di satu sisi sekolah-sekolah kekurangan guru PNS. Di sisi lain, malah moratorium.

Contohnya, di Kabupaten Brebes Jawa Tengah, banyak SD negeri yang guru PNS-nya hanya satu orang. Sedangkan, jatah pengangkatan di kabupaten tersebut kurang dari 300 orang.  

"Bahkan ada yang semua gurunya honorer, yang PNS hanya kepala sekolahnya," imbuh dia.

Karenanya, Ia mendesak pemerintah untuk mencarikan solusi bagi kesejahteraan guru yang sebagian besarnya justru bukan ASN. Selain juga mengangkat mereka untuk mengisi kekosongan posisi PNS.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)