logo rilis
TGB, Tokoh 'Tengah' Solidkan Umat Islam
Kontributor
Nailin In Saroh
29 Maret 2018, 12:51 WIB
TGB, Tokoh 'Tengah' Solidkan Umat Islam
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi (kedua kanan). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari LIPI Wasisto Raharjo Jati menilai, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi sangat layak dicalonkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) alnternatif pada Pemilu 2019 nanti. Ada beberapa keuntungan bagi capres jika memilih TGB sebagai pendampingnya.

"TGB mempunyai pengalaman birokrasi dan politik yang lebih panjang, sehingga memiliki massa. Belum lagi TGB juga tokoh agama yang terafiliasi dengan organisasi Islam besar," ujar Wasisto di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, jika dibandingkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Demokrat lebih baik mengajukan TGB yang sudah dua periode memimpin NTB sebagai cawapres 2019.

"Modal politik TGB lebih lengkap daripada AHY karena memiliki otoritas religius, otoritas politikus, dan otoritas birokratis," jelas Wasisto.

Selain pengalaman politik, Wasisto mengungkapkan, TGB juga mumpuni menyolidkan umat Islam dan basis massa gerakan 212. Juga dapat mengumpulkan suara dari kalangan Nahdlatul Ulama.

"TGB ini adalah tokoh 'tengah' yang bisa menyolidkan massa 212 dan massa NU," bebernya.

Meski tak diajukan Demokrat, tambah Wasisto, TGB bisa menjadi pertimbangan dan diadopsi oleh duet Parpol Gerindra-PKS sebagai cawapres.

"Bisa jadi TGB ini akan ditarik ke koalisi Gerindra-PKS, karena TGB ini punya basis massa kuat di NTB," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga kader Partai Demokrat, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, masuk dalam survei yang dirilis Political Communication (Polcomm) Institute.

Hasilnya, TGB justru meraih angka persentase lebih tinggi dari pada Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"TGB Zainul Majdi mendapat 1,75 persen, kemudian Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) 1,58 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 0,75 persen," kata Direktur Polcomm Institute, Heri Budianto, di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Dalam survei itu, Presiden Joko Widodo masih menempati urutan teratas dengan raihan angka 49,08 persen. Disusul Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebesar 29,67 persen.

"Kemudian Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI) 3,50 persen," ujarnya.

TGB sendiri dalam survei itu berada di posisi keempat, setelah Gatot sebagai capres pilihan rakyat. Selain TGB dan AHY, juga ada nama Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dengan 0,75 persen.

"Kemudian Yusril Ihza Mahendra (Ketum PBB) 0,67 persen dan Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) sebesar 0,58 persen," bebernya.

Polcomm Institute melakukan survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1,200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka kepada responden pada 18-21 Maret 2018, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error 2,83 persen.

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)