logo rilis
TGB Siap Perjuangkan Ekonomi Umat
Kontributor
Kurniati
20 April 2018, 10:48 WIB
TGB Siap Perjuangkan Ekonomi Umat
Tuan Guru Bajang Zainul Majdi. FOTO: Instagram/@tuangurubajang

RILIS.ID, Jakarta— Tuan Guru Bajang Zainul Majdi siap memperjuangkan ekonomi umat di Indonesia.

"Insyaallah, saya kerahkan segala daya untuk bersama memperkuat ekonomi umat. Namun perjuangan itu kita lakukan bersama dengan upaya menyejahterahkan wong cilik dan membudayakan Pancasila," katanya dalam keterangan pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Menurut data BPS, kata TGB, begitu ia akrab disapa, ketimpangan ekonomi di Indonesia semakin tinggi. 

Jika dibandingkan 20 tahun lalu, saat ini mayoritas wong cilik semakin tertinggal dan di antara wong cilik tersebut, 87 persen adalah umat muslim.

Ia melanjutkan, meskipun koordinator kementerian ekonomi saat ini sedang mencanangkan kemitraan ekonomi umat, namun persoalan ekonomi umat terlalu besar dan terlalu penting, jika hanya diserahkan kepada Kemenko Ekonomi.

"Saya, TGB  Zainul Majdi siap ikut berjuang kuatkan ekonomi umat. Saatnya ekonomi umat lebih diperhatikan. Jika tidak, isu ketidak adilan ekonomi akan sensitif untuk ledakan sosial," jelas Gubernur Nusa Tenggara Barat ini.

Ketika diminta untuk merespons isu bahwa Indonesia akan bubar di Tahun 2030, TGB menegaskan negara ini tidak dibangun oleh para pendiri bangsa untuk bubar tahun 2030. 

"Mencegah itu, kita harus lebih peduli kepada Indonesia," katanya.

Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny JA, mengungkapkan, TGB Zainul Majdi mengambil posisi yang bagus dalam peta politik Indonesia saat ini.

Menurut Denny, TGB merupakan tokoh yang membawa gagasan. Ada program yang ia tawarkan. 

"Dari survei LSI, program kuatkan ekonomi umat itu disukai oleh lebih 70 persen penduduk," katanya.

Bagusnya lagi, kata Denny, TGB Zainul Majdi tak terkesan ekstrem, karena ia menggandengan gagasan ekonomi umat dengan menyejahterahkan wong cilik dan budayakan Pancasila. 

"Minoritas juga merasa dilindungi," tambahnya. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)