logo rilis
TGB Dapat Gelar Kehormatan "Tuanku Imam Nan Adil"
Kontributor

10 Februari 2018, 12:29 WIB
TGB Dapat Gelar Kehormatan

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH Muhammad Zainul Majdi atau yang populer disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menerima gelar penghargaan “Tuanku Imam Nan Adil”, Kamis (8/2), dalam kunjungannya di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan Ringan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Penghargaan disematkan oleh pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Ringan Ringan, Tuanku Bagindo Al Muhdil Karim, dalam Tabligh Akbar di Ponpes Nurul Yaqin yang melibatkan jajaran pengurus Ponpes, tenaga pendidik, dan ratusan santri.

Gelar penghargaan Tuanku Imam Nan Adil diberikan pada TGB, karena TGB dinilai sebagai tokoh yang telah berikhtiar sungguh-sungguh mengayomi umat dengan keadilan dan kealiman, untuk terwujudnya bangsa Indonesia yang Rahmatan lil Alamin.

TGB menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang dalam, atas gelar penghargaan tersebut.

Saat menyampaikan tausyiah dalam Tabligh Akbar itu, TGB mengatakan, di Pondok Pesantren santri tidak hanya belajar soal ilmu agama. Tidak hanya belajar tentang hukum halal dan haram. Tetapi santri juga diajarkan tentang apa yang pantas dan tidak pantas.

"Kita tidak sekedar diajarkan hukum. Tetapi kita diajarkan bagaimana berperilaku sebagai muslim yang baik," kata Tuanku Imam Nan Adil, TGB.

Di hadapan jamaah dan ratusan santri, TGB mengisahkan cerita bagaimana Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Majid, pahlawan nasional dari NTB yang juga kakek TGB, ketika menuntut ilmu di Mekkah.

"Ketika beliau, yang diantarkan oleh kedua orang tuanya, menemui Maulana Syeikh Hasan Muhammad Al Masysyath dengan maksud ingin menuntut ilmu. Pertanyaan pertama yang diajukan oleh Maulana Syeikh Hasan Muhammad adalah apakah engkau sudah khatam kitab Ta'limul Muta'alim. Bukan berapa surah Al Qur'an yang dihafal," kata TGB.

Kitab Ta'limul Muta'alim adalah kitab yang berisikan bab-bab tentang adab-adab dalam menuntu ilmu. Seperti hakekat ilmu, hukum mencari ilmu, niat mencari ilmu, cara memilih guru, cara menghormati ilmu dan guru, dan masih banyak lagi terkait adab-adab mencari ilmu.

Dengan mempelajari adab-adab menuntut ilmu, menurut TGB, akan membawa keberkahan pada ilmu yang dimiliki itu.

"Jika kita bisa melihat rupa dari keberkahan itu, pasti akan kita kejar kemana pun ia berada. Karena ilmu boleh saja tidak terlalu banyak, tetapi kalau ada keberkahan, maka Allah akan jadikan perhiasan dalam kehidupan kita. Jadi, kalau kita punya ilmu mari kita berdoa supaya ilmu kita diberkahi, supaya membawa kemaslahatan dunia dan akhirat untuk kita," jelas Gubernur TGB.

Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan Ringan, terletak di Korong Ringan-Ringan, Desa Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Ponpes dengan santri ratusan orang itu didirikan pada 1960 silam oleh Maulana Syaikh Haji Ali Imran Hasan.

Ponpes Nurul Yaqin yang berdiri di bawah Yayasan Pembangunan Islam El-Imraniyah (YPII) merupakan lembaga pendidikan agama Islam yang cukup mewarnai dinamika pengembangan agama di tengah masyarakat Padang Pariaman dan Sumatera Barat pada umumnya.

Tiap tahun pesantren ini selalu mengeluarkan alumni dan tamatan yang cukup hebat, dan menyebar di berbagai lini kehidupan, di samping banyak pula yang melanjutkan pengabdian dalam mengembangkan pendidikan pesantren serupa di tempat lainnya di Ranah Minang.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID