logo rilis

TGB Bahas Pertanian dan Lingkungan Hidup di Ponpes Cintawana Tasikmalaya
Kontributor

16 Maret 2018, 00:28 WIB
TGB Bahas Pertanian dan Lingkungan Hidup di Ponpes Cintawana Tasikmalaya

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainul Majdi atau yang populer disapa Tuan Guru Bajang (TGB), berdialog membahas isu pertanian dan lingkungan hidup bersama sejumlah santri, anggota Komite Peduli Lingkungan cabang Jawa Barat, dan kelompok petani binaan, Kamis (15/3) di Pondok Pesantren Cintawana, Desa Cintawana, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

TGB menyampaikan sektor pertanian dan lingkungan hidup merupakan sektor yang harus paling mendapat perhatian, di samping sektor pembangunan lainnya. 

Selain potensi pertanian dan kekayaan sumber daya alam lingkungan hidup merupakan anugerah Allah SWT untuk Indonesia, sektor ini juga menjadi sektor yang paling banyak menggantung nasib dan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan, mengingat pentingnya sektor ini Pemerintah Provinsi NTB selalu menempatkan pertanian sebagai sektor unggulan daerah, selain pariwisata.

TGB juga mengajak masyarakat untuk peduli pada lingkungan, sekali pun dengan hal sederhana seperti menjaga kelestarian hutan dan menanam satu bibit pohon saja di lingkungan masing-masing.

Dalam kunjungan kerjanya itu, Gubernur TGB juga menyerahkan bantuan bibit pohon buah-buahan secara simbolik kepada perwakilan Kelompok Tani Berkah Alam Tasikmalaya. 

Ponpes Cintawana merupakan Ponpes tertua di Tasikmalaya. Ponpes ini didirikan oleh KH Muhammad Toha pada tahun 1917 silam, di masa kolonial Belanda. 

Setelah KH Muhammad Toha, Ponpes Cintawana diasuh putranya KH Ishaq Farid yang juga merupakan Ulama Kharismatik Tasikmalaya. Saat ini Ponpes Cintawana diasuh oleh KH Asep Suja'i Farid yang merupakan putra dari KH Ishaq Farid.

Nama Cintawana konon diambil dari dua kata Cinta dan Wana yang dalam bahasa Sunda berarti Hutan. Sehingga Cintawana dimaknai luas sebagai mencintai hutan.

Dialog bersama sejumlah santri, anggota Komite Peduli Lingkungan Indonesia cabang Jawa Barat, dan petani binaan itu, digelar Kamis pagi. 

Sebelumnya, TGB yang hadir memenuhi undangan Ponpes didaulat menyampaikan tausiah bada sholat Subuh di Masjid Ponpes Cintawana.

Dalam Tausiah bertema "Mengukuhkan Moderasi Islam di Indonesia" itu, TGB mengajak seluruh jamaah dan para santri untuk terus menjaga hubungan baik dengan Allah SWT dan juga dengan sesama manusia. 

“Selain menjaga hubungan kepada Allah, para santri juga harus menghargai guru-guru. Baik yang sekarang sedang mengajar atau di masa sebelumnya. Dalam Alquran disebutkan segala kehancuran dan kehinaan dapat dihindarkan dengan menyambung hablum minallah dan hablum minannas,” kata TGB.

TGB mengatakan, Ponpes Cintawana merupakan salah satu Ponpes tertua yang banyak melahirkan santri-santri hebat yang berkontribusi bagi bangsa. 

"Mari para santri meneruskan perjuangan ponpes yang sudah berumur lebih dari satu abad ini," katanya.

TGB mengaku takjub dengan suasana Ponpes Cintawana yang begitu sejuk dan asri dengan kondisi alam yang indah dan juga subur. 

"Ponpes Cintawana ini tempat pendidikan yang baik. Berada di ketinggian dengan suasana sejuk dan subur," kata TGB.

Usai sholat Subuh berjamaah, TGB bersama jajaran Ponpes sempat berolahraga berlari kecil menuju lokasi dialog. 

TGB juga disuguhi kopi dan jajanan khas dari produk olahan pertanian buatan para petani binaan Ponpes Cintawana. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)