logo rilis
Terus Melindungi dan Memanfaatkan Sumber Daya Genetik Kaltim
Kontributor
Fatah H Sidik
03 Mei 2018, 01:29 WIB
Terus Melindungi dan Memanfaatkan Sumber Daya Genetik Kaltim
Pertemuan Komnas Sumber Daya Genetik (SDG) dengan pengurus Komda SDG Kaltim di Aula BPTP Kaltim, Samarinda, Rabu (2/5/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Samarinda— Sekretaris Komisi Nasional Sumber Daya Genetik (Komnas SDG), Ir. Mastur, Ph.D, menggelar pertemuan dengan pengurus Komisi Daerah (Komda) SDG Kalimantan Timur periode 2018-2023 di Aula Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim, Rabu (2/5/2018).

Pada kegiatan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kaltim Dr. Ir. Ibrahim, MP selaku Ketua Komda Kaltim dan Sekretaris Balitbangda sebagai Sekretaris Komda Kaltim menyampaikan program kerja.

Pertemuan turut membahas soal penguatan sumber daya manusia (SDM) Komda SDG Kaltim dan pembentukan kelompok kerja (pokja) untuk distribusi kegiatan. Di antaranya, Pokja Penelitian, Pokja Perkebunan, Pokja Kehutanan, Pokja Peternakan, Pokja Kelautan, dan Pokja Lingkungan.

Ada pula penyusunan strategi pendaftaran SDG serta sosialisasi fungsi dan peran Komnas dan Komda kepada pengurus baru dan anggota.

Hal tersebut dilakukan, lantaran Kaltim mempunyai potensi SDG yang luar biasa dan tak banyak dijumpai di tempat lain. Beberapa SDG lokal yang harus diangkat, seperti padi dengan kemampuan beradaptasi pada kemasaman tanah dan rendah hara, durian dan kerabatnya yang eksotik, anggrek hitam asli Kaltim yang menggoda, serta tanaman obat bernilai tinggi.

Apalagi, upaya optimalisasi SDG lokal tak cukup dengan konservasi. Namun, perlu ada pendaftaran dan hilirisasinya. Sebab, selain memberi keuntungan kepada pemerintah melalui penangkaran, SDG secara tak langsung turut menjaga kegiatan konservasi.

Hilirisasi dapat didukung dengan kebijakan konsumsi atau menyediakan hidangan produk SDG lokal di rumah tangga dan di tempat-tempat komersial (public domain). Prkantoran, restoran, tempat wisata, serta  pasar modern maupun tradisional, misalnya.

Demi pemanfaatan SDG lokal untuk kemaslahatan yang lebih luas, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan) berkomitmen membantu dan memberikan dukungan dalam konservasi,  perlindungan hukum, dan pemuliaan konvensional maupun bioteknologi.

Hingga kini, telah dan sedang dilakukan perakitan beberapa varietas unggul dengan menggunakan tetua dari koleksi SDG yang ada, khususnya SDG lokal.

Dengan upaya bersama dan niat kuat, diharapkan SDG menjadi "tulang punggung" pertanian modern dan menghasilkan varietas berproduktivitas tinggi, tahan cekaman biotik dan abiotik, serta ramah lingkungan.

Sumber: Dr. Ladiyani Retno Widowati/Mastur, Ph.D/Balitbangtan Kementan


500
komentar (0)