logo rilis
Tersangkut Garuda, Suami Dian Sastro Diperiksa KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
10 April 2018, 18:18 WIB
Tersangkut Garuda, Suami Dian Sastro Diperiksa KPK
Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Adiguna Sutowo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Suami Dian Sastrowardoyo, Maulana Indraguna Sutowo mengaku sudah menjabarkan terkait PT MRA Group yang dipimpinnya. Hal itu disampaikannya pasca diperiksa oleh penyidik di gedung KPK.

"Banyak (yang ditanyakan), nanti kita dengan teman-teman KPK saja ya," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Ia menghormati panggilan tersebut. Oleh karenanya pria yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi memenuhi panggilan KPK hari ini.

"Saya apresiasi profesionalisme KPK seperti tadi rekan saya sampaikan saya menghargai dan sebagai warga negara yang baik saya menghadiri panggilan yang ditentukan," tuturnya.

Sementara itu rekan kerjanya yang bernama Michael Tampi mengatakan, Indraguna tidak dapat memenuhi panggilan yang lalu karena baru tiba dari luar negeri.

"Pemanggilan sebelumnya kami sudah memohon  maaf tidak bisa hadir,  mas Indra tidak bisa hadir karena alasan bahwa saat itu baru saja pulang tugas dari luar negeri seperti itu. Jadi sudah clear dengan KPK saya rasa sih kita cukup itu saja," tuturnya.

Sebelumnya, putra Adiguna Sutowo itu pernah mangkir dalam panggilan penyidik KPK akhir bulan lalu. Namun kali ini, Indra telah hadir memenuhi panggilan penyidik KPK. Namun, tak ada satu kata pun keluar dari mulutnya terkait materi pemeriksaan.

Selain memeriksa Indra, penyidik KPK juga memanggil Senior Manager Head Office Accounting PT Garuda Indonesia Norma Aulia, Ketua Tim Pengadaan ATR 72-600 Citilink Widi Wiratmoko, dan karyawan BUMN Friatma Mahmud.

"Mereka juga diperiksa sebagai saksi Emirsyah," tutur Febri.

Lembaga antirasuah tengah mendalami peran PT Mugi Rekso Abadi terkait dengan pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia. Perusahaan tersebut dimiliki oleh Soetikno dan Adiguna Sutowo.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno yang juga Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd.

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Emirsyah sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama Soetikno sejak 16 Januari 2017. Namun, Emirsyah dan Soetikno belum juga ditahan meski proses penyidikan telah berjalan lebih dari satu tahun.

Editor: Yayat R Cipasang


500
komentar (0)