logo rilis
Tersangka Baru Kasus Century, Berikut Kata KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
10 April 2018, 09:59 WIB
Tersangka Baru Kasus Century, Berikut Kata KPK
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti kasus dugaan korupsi dana talangan atau bailout Bank Century‎. Ini pascagugatan praperadilan yang dimenangkan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun begitu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu mencermati isi putusan praperadilan tersebut.

"Tentu kita pelajari lebih lanjut apa yang menjadi kewajiban KPK, bagaimana pelaksanaan kewajiban itu sepanjang sesuai dengan hukum acara yang berlaku," katanya, Jakarta, Selasa (9/4/2018).

Lebih jauh, KPK dikatakannya menghormati putusan hakim PN Jaksel tersebut. Ia menyebut sebagai lembaga berwenang KPK memang memiliki tugas untuk menjalani putusan peradilan.

"Sebagai institusi penegak hukum kami hormati putusan pengadilan tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan korupsi dana talangan/bailout Bank Century‎.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya akan menyerahkan salinan putusan praperadilan dari PN Jaksel kepada KPK secepatnya. Ia pun berharap agar KPK segera menuntaskan kasus ini dengan menetapkan tersangka baru.

"Atas dikabulkannya gugatan praperadilan yang diajukan MAKI lawan KPK dalam kasus korupsi Century, maka tidak ada alasan lagi KPK untuk tidak menetapkan tersangka baru dalam kasus Century," jelas Boyamin di Jakarta.

Dalam kasus ini setelah terdakwa Budi Mulya divonis bersalah sejak dua tahun lalu dalam perkara Century, hingga kini KPK belum menetapkan tersangka baru. MAKI kemudian mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK terkait kasus Century hingga tiga kali agar KPK menetapkan tersangka baru.

Perkara ini memang kerap menyeret beberapa nama pejabat penting negara kala itu. Seperti pernah disebut dalam dakwaan Budi Mulya, mereka di antaranya ‎Boediono, Muliaman D Hadad, Hartadi, Miranda Goeltom, dan Raden Pardede.

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)