logo rilis
Terpanggil Benahi Kampung Halaman, Profesor LIPI Ini Ingin Maju di Pilkada Serang
Kontributor
Zulyahmin
19 Oktober 2019, 09:35 WIB
Terpanggil Benahi Kampung Halaman, Profesor LIPI Ini Ingin Maju di Pilkada Serang
FOTO: RILIS.ID/Nailin

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti di Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof DR Lili Romli, berencana untuk terjun ke politik praktis. Dirinya pun berniat maju di Pilkada Serang 2020 mendatang. 

Romli mengatakan, dirinya merasa terpanggil untuk turut serta membangun Kabupaten Serang yang merupakan tanah kelahirannya tersebut. 

"Saya dibesarkan di sana (Kabupaten Serang). Oleh karena itu segala pengalaman, gagasan dan pemikiran yang saya miliki ingin diimplementasikan di sana," kata Romli saat berbincang dengan rilis.id di kawasan Pejaten, Jakarta, Jumat (18/10/2019). 

Romli mengaku, memiliki pengalaman cukup panjang di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Pengalaman itu, menurutnya, yang ingin diimplementasikannya di Kabupaten Serang. 

"Di Kementerian Desa itu kan membangun desa-desa sebagai pusat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Selama 7,5 tahun di situ saya ingin gagasan-gagasan di situ diimplementasikan di Kabupaten Serang," ujarnya. 

Dia menilai, pembangunan infrastruktur di kabupaten yang ada di Provinsi Banten itu sudah cukup baik selama ini. Namun, menurutnya, masih ada yang penting yang perlu diperbaiki, salah satunya terkait menyejahterakan masyarakatnya melalui pemberdayaan ekonomi di desa-desa. 

"Ada instrumen di desa itu namanya Bumdes. Kita ingin Bumdes itu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui ibu-ibu dan pemuda bagaimana membangun desa," ungkap Romli. 

Untuk membangun desa, jelas Romli, perlu melihat karakteristik dan potensinya. Dengan begitu, lanjut dia, pendekatan yang akan dilakukan juga berbeda tergantung dari karakteristik dan potensi dari desa tersebut. 

Romli mencontohkan, ketika sebuah desa memiliki potensi wisata pantai, maka nantinya akan dikembangkan sesuai potensi tersebut. 

"Atau pusat wisata religi, kan banyak di sana. Atau wisata pegunungan. Ada di sana namanya Padarincang, bagus. Bisa juga desa sebagai pusat kerajinan. Contohnya di kampung dukuh itu pusat gerabah," ungkap Romli. 

Kampung dukuh sebagai pusat gerabah sebenarnya sudah mendunia, tapi kemudian potensi itu kurang dikembangkan. Karena hanya mengirim bahan bakunya, belum dipackaging, kemudian dikembangkan di Bali. Makanya kemudian yang terkenal malah Bali. Padahal dari sini," tandasnya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID