logo rilis

Teroris Ngamuk, Pengamat: Negara Ini Butuh Pemimpin Eks Militer
Kontributor
Yayat R Cipasang
13 Mei 2018, 21:40 WIB
Teroris Ngamuk, Pengamat: Negara Ini Butuh Pemimpin Eks Militer
Aksi bom bunuh diri di Surabaya. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Belum hilang dalam ingatan lima orang personel Densus 88 gugur dalam aksi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, tiba-tiba negeri ini dikejutkan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Tragisnya aksi mematikan itu dilakukan satu keluarga.

Pengamat politik Syahganda Nainggolan dari Sabang Merauke Circle menyatakan, aksi teroris yang sulit dikendalikan dan ditumpas ini menandakan negara tengah dilada krisis stabilitas nasional.

"Menjadikan stabilitas nasional sebagai sebuah strategi negara tentu membutuhkan sosok tegas. Hal ini tidak harus mendikotomikan sipil versus militer. Namun, alergi terhadap militer atau eks militer seharusnya juga diakhiri," kata Syahganda kepada rilis.id di Jakarta.

Menurut Syahganda, sudah saatnya sebagai warga justru mencari sosok kepemimpinan nasional yang berlatar belakang militer. Karena merekalah yang paling faham melakukan kontra terhadap teroris. 

"Sebagaimana kita alami dulu, di masa Pak Harto, meskipun terorisme ada di Barat seperti IRA (Irish Republic Army) dan Red Army di Jerman, serta The Jackal di Libya, namun tidak satu pun ada teroris di Indonesia," ujarnya.

"Masalah stabilitas dan latar belakang eks militer yang tegas mempunyai kaitan erat. Pemimpin sipil, termasuk polisi, tidak mengerti dalam soal terorisme ini. Apalagi dikaitkan dengan konspirasi dan geopolitik," tambahnya.

Ditekankan Syahganda, kebutuhan bangsa Indonesia atas pimpinan tegas dan eks militer terasa semakin urgen. "Beranikah kita meninggalkan kebebasan semu saat ini? Sebuah kebebasan dan demokrasi tanpa arah?" ujarnya, beretoris.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)