logo rilis
Teror di Afghanistan, Antonio Guterres Marah Besar
Kontributor
Kurniati
01 Mei 2018, 18:00 WIB
Teror di Afghanistan, Antonio Guterres Marah Besar
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. FOTO: un.org

RILIS.ID, New York— Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, marah dengan serangkaian serangan teror di Afghanistan.

Ia juga menyampaikan belasungkawanya yang paling dalam kepada keluarga korban, kata Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB di Markas Besar PBB, New York, Selasa (1/5/2018).

Serangan di Kabul dan Kandahar tersebut merenggut banyak korban jiwa di kalangan warga sipil, petugas gawat darurat dan anak sekolah.

Pada Senin (30/4/2018) pagi, sedikitnya 23 orang, termasuk dua penyerang tewas dan 27 orang lagi cedera, setelah dua ledakan bom bunuh diri mengguncang wilayah diplomatik di bagian tengah Ibu Kota Afghanistan, Kabul.

Sementara itu, seorang pembom bunuh diri mengincar rombongan militer di Kabupaten Daman, Provinsi Kandahar, Afghanistan Selatan.

Sebanyak 11 warga sipil tewas dan lebih dari selusin orang lagi cedera, termasuk sembilan wartawan dalam serangan di Kabul.

"Serangan yang secara sengaja ditujukan kepada wartawan sekali lagi menyoroti resiko yang dihadapi profesional media dalam melaksanakan pekerjaan dasar mereka," kata Dujarric. 

Ia mendesak mereka yang bertanggung-jawab atas kejahatan semacam itu diseret ke pengadilan.

Ia mengatakan, Guterres menyampaikan belasungkawanya yang paling dalam kepada keluarga korban dan mendoakan semoga mereka yang cedera segera pulih.

Afghanistan telah dirongrong aksi perlawanan selama dua dasawarsa terakhir, dengan kehadiran bermacam kelompok fanatik termasuk yang paling dominan Taliban, selain Al-Qaida dan belakangan ini IS.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)