logo rilis
Terobosan Budidaya Largo Super, Mampu Tingkatkan Produksi Padi Lahan Kering
Kontributor
Elvi R
07 Agustus 2018, 13:00 WIB
Terobosan Budidaya Largo Super, Mampu Tingkatkan Produksi Padi Lahan Kering
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Ketergantungan produksi padi pada lahan sawah dalam mempertahankan dan meningkatkan swasembada beras, cukup berat bila tidak dengan mengimbangi dengan kontribusi produksi padi lahan kering.  

Kondisi lahan kering yang kurang subur dengan sumber pengairan terbatas, sangat mempengaruhi rendahnya produktivitas padi gogo. Untuk itu diperlukan terobosan teknologi dalam meningkatkan produksi padi melalui penambahan input produksi agar diperoleh hasil yang maksimal.

Teknologi budidaya padi Largo (larikan gogo) Super, disinyalir M menepis prasangka tersebut. 

BPTP Balitbangtan Jawa Timur melakukan kajian terhadap budidaya padi Largo Super di lahan kering yang dicoba di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. 

Budidaya Padi Largo Super merupakan cara tanam larikan legowo (40 sentimeter x 20 sentimeter x 10 sentimeter) dengan menggunakan varietas Inpago 10, pemupukan an-organik dan organik menggunakan biodekomposer M-Dec dan pupuk hayati Agrimeth. Padi Largo Super di tanam secara monokultur maupun tumpangsari dengan jagung. Sistem tanam secara tumpangsari merupakan upaya diversifikasi dan intensifikasi tanaman untuk meningkatkan produktivitas lahan serta mengurangi resiko kegagalan atau kerugian salah satu tanaman serta meningkatkan pendapatan usahatani.

Penanaman padi Largo Super secara monokultur diperoleh hasil 8,56 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP), sedangkan padi Largo Super tumpangsari dengan jagung varietas HJ 21 diperoleh hasil 8,15 ton per hektare GKP dan 2,09 ton per hektare pipilan kering atau setara gabah 9,89 ton per hektare GKP. Sebagai pembanding adalah padi gogo monokultur tanam biasa menggunakan varietas sama (Inpago 10) diperoleh hasil 6,02 ton per hektare GKP. Dengan demikian terdapat kenaikan 2,54 ton per hektare setara GKP untuk padi Largo Super dan 3,87 ton per hektare setara GKP untuk tumpangsari padi Largo Super dengan jagung dibandingkan padi gogo monokultur.

Sumber: Zainal Arifin/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID