logo rilis
Ternyata, Teror Bom Surabaya Tak Pengaruhi Aktivitas Tanjung Perak
Kontributor
Elvi R
17 Mei 2018, 16:30 WIB
Ternyata, Teror Bom Surabaya Tak Pengaruhi Aktivitas Tanjung Perak
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Manado— Aksi teror bom yang terjadi di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur tidak mempengaruhi kinerja ekspor Provinsi Sulawesi Utara dan aktifitas Pelabuhan Tanjung Perak.

"Sebagian ekspor Sulut melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, namun tidak memberikan pengaruh apa-apa dengan adanya aksi teror tersebut," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Darwin Muksin di Manado, Kamis (17/5/2018).

Darwin mengatakan, harus diakui sebagian ekspor Sulut dilakukan melalui Surabaya dan juga Jakarta, namun masih di Pelabuhan Bitung yang lebih mendominasi.

Namun, katanya, pengekspor tidak perlu khawatir karena ekspor Sulut melalui Surabaya masih berjalan lancar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Moh Edy mahmud mengatakan, sebagian besar komoditas ekspor nonmigas dikirim melalui beberapa pelabuhan di Sulut, namun demikian ada juga yang dikirim melalui pelabuhan di provinsi lain, seperti misalnya ikan dan udang yang paling banyak dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjung Perak.

"Sebagai pelabuhan laut terbesar di Sulut, hampir 50 persen barang ekspor dikirim melalui Pelabuhan Bitung," jelasnya.

Namun pada bulan April nilai ekspornya mengalami penurunan sebesar 25,60 persen (m-to-m), namun tidak demikian halnya dengan nilai ekspor melalui Pelabuhan Amurang, pada bulan April justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Adapun peningkatan nilai ekspor nonmigas pada April 2018, baik secara m-to-m maupun y-on-y melalui pelabuhan-pelabuhan di Sulut didorong oleh penurunan nilai ekspor lemak dan minyak hewani/nabati, khususnya yang dikirim melalui Pelabuhan Amurang.

Ledakan bom di Surabaya Minggu (13/5) terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel pukul 07:30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08:00 WIB. Pada malam hari ledakan terjadi lagi di Siduarjo, dengan korban tewas hingga kini sudah mencapai 14 orang. Serta pagi ini di Kantor Polresta Surabaya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)