logo rilis

Ternyata! TBC Bisa Disembuhkan, Asal Patuh
Kontributor
Kurnia Syahdan
25 Maret 2018, 15:20 WIB
Ternyata! TBC Bisa Disembuhkan, Asal Patuh
Kampanye #PeduliKitaPeduliTBC di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Kurniati

RILIS.ID, Jakarta— Meski merupakan penyakit menular, Tuberculosis (TBC) ternyata bisa disembuhkan.

“Asal patuh,” kata Eksekutif Secretary Forum Stop TB Partnership Indonesia, Mariani Reksoprodjo ketika Media Gathering #PeduliKitaPeduliTBC di Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Patuh yaitu, pasien penderita TB tidak lalai untuk minum obat selama 6 bulan.

Ia mengatakan, di tahun 2016, terdapat 274 kasus kematian per hari yang disebabkan oleh TB dan harus ada upaya serius untuk menekan tingginya kasus TB baru yang mencapai 1.020.000 penderita pada tahun 2016.

“Dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus TB terbesar kedua di dunia setelah India,” katanya.

Lewat kampanye #PeduliKitaPeduli TBC, Mariani ingin agar masyarakat Indonesia lebih peduli terhadap pencegahan penyebaran TBC di Indonesia. Masyarakat juga bersedia memeriksakan diri jika ada gejala seperti TBC.

“Lewat kampanye ini, kita juga ingin merubah stigma masyarakat akan TBC, tidak lagi menganggap TBC sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengerikan, karena bisa diobati dan disembuhkan jika ditangani dengan baik dan tepat,” jelasnya.

Dokter Spesialis Paru, Erlina Burhan, juga meminta masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap TB.

“Kalau batuk lebih dari 2 minggu, harus segera berobat,” katanya.

Ia menambahkan, banyaknya kasus TB baru yang tidak terlaporkan bisa menjadi sumber penularan bagi yang tidak menderita TBC.

"100 ribu orang Indonesia meninggal per tahun karena TB," kata Erlina.

Kampanye #PeduliKitaPeduliTBC ini juga dihadiri oleh Ulwiyah, dari Pejuang Tangguh (PETA) yang merupakan mantan pasien TB RO dari Jakarta.

Kemudian ada artis Vino G Bastian dan Reza Rahardian yang berbagi pengalaman karena temannya juga menjadi penderita TBC.

Dan terakhir, ada Tutugraf Erlangga, Mural Artist yang berkampanye lewat karya muralnya #PeduliKitaPeduliTBC. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)