logo rilis
Ternyata Sudah Ada Anggaran Khusus untuk Bupati Rita dari Kontraktor
Kontributor
Tari Oktaviani
21 Maret 2018, 15:26 WIB
Ternyata Sudah Ada Anggaran Khusus untuk Bupati Rita dari Kontraktor
Rita Widya Sari. FOTO: RILIS.ID / Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pegawai keuangan PT Citra Gading Asritama, Tjatur Soewandono, menyebut perusahaan kontraktor di daerah Kutai Kartanegara sudah menyediakan anggaran khusus, bernama material pusat (matpus) atau material opsional untuk kemudian diberikan pada pejabat pemerintah setempat.

"Opsional atau Matpus, sama fungsinya untuk kelancaran, pelelangan. Untuk diberikan ke pejabat , PPTK‎ (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), " kata Tjatur di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Saat ditanya oleh Hakim Tipikor terkait tujuan uang matpus itu, Tjatur menjawab uang tersebut digunakan pelelangan proyek-proyek untuk dimenangkan.

"Untuk kelancaran aja Pak, supaya proyeknya bisa dianu, supaya menang," ujar Tjatur.

Namun begitu, ketika ditanya besaran uang tersebut, Tjatur mengaku tak tahu menahu detailnya. Yang jelas, ia hanya menyampaikan uang yang dikeluarkan tersebut atas perintah Direktur Utama PT Citra Gading Asritama, Ichsan Suaidi, melalui perintah tertulis dan via telepon.

Lalu hakim juga menanyakan apakah dalam transaksi uang matpus tersebut ada untuk Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari, Tjatur pun tak membantahnya. Belakangan diketahui, uang matsus itu ada yang ditujukan kepada Bupati Rita sebesar Rp5 Miliar dan orang kepercayaan Rita, Khaerudin sebesar Rp1 miliar di mana transaksinya terjadi pada Desember 2015.

Dalam persidangan sebelumnya, Komisaris PT Agronusa Sartika, Hansyim, juga menyebut setiap perizinan di Kutai Kartanegara selalu ditarik uang pemulus oleh tim 11. Adapun tim 11 diketahui merupakan tim sukses Rita Widyasari saat mencalonkan diri sebagai bupati.

"Setelah terbit surat PP itu timses namanya Abriyanto Amin ke dinas lingkungan hidup minta Rp50 juta," kata Hansyim di persidangan tindak pidana korupsi, Jakarta, Rabu (7/3).

Tak hanya itu saja, Ia mengatakan, anggota tim 11 juga yang bernama Abriyanto juga kerap meminta Rp10 juta untuk tandatangan perizinan saja. Tujuannya untuk mendapat izin kelayakan lingkungan. Sehingga atas permintaan itu, badan lingkungan hidup pun menarik uang sebesar Rp60 juta itu kepada Hansyim.

"Paraf Rp10 juta jadi total bayar Rp 60 juta. Jadi kami anggarkan Rp60 juta," ungkapnya.

Hansyim yang merupakan Dosen Pertanian Universitas Mulawarman sekaligus Konsultan Lingkungan atau Amdal PUPR itu, juga akhirnya menyerahkan uang tersebut ke badan lingkungan hidup melalui kepala seksienya. Namun ia mengaku tak tahu lagi kelanjutan uang tersebut.

"Saya taunya hanya ke kasie abis itu nggak tau uang itu kemana," tegasnya.

Diketahui, selain didakwa terima gratifikasi, Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari juga didakwa menerima suap Rp6 miliar dari Hery Susanto Gun alias Abun selaku Direktur Utama PT Sawit Golden Prima.

Adapun uang itu diberikan kepada Rita sebagai imbalan terkait pemberian ijin lokasi perkebunan Kelapa Sawit di Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara.

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)