logo rilis

Korupsi e-KTP, Setnov Sebut Puan dan Anung Kecipratan
Kontributor
Tari Oktaviani
22 Maret 2018, 11:42 WIB
Korupsi e-KTP, Setnov Sebut Puan dan Anung Kecipratan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto mengatakan, petinggi Fraksi PDI Perjuangan kala itu, Puan Maharani dan Pramono Anung, juga ikut kecipratan duit hasil dugaan korupsi. 

Hal itu ia ketahui dari keterangan pengusaha Made Oka Masagung.

"Waktu itu ada pertemuan di rumah saya yang dihadiri oleh Oka dan Irvanto, di sana saya berikan ke Puan Maharani US$500 ribu, Pramono Anung US$500 ribu," kata Novanto dalam sidang di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Baca: Ini Nama Anggota DPR Penerima Uang e-KTP Versi Setnov

Mendengar itu, hakim pun memastikan kembali kepada Novanto siapa yang memberikan uang kepada dua orang politisi PDIP itu.

"Itu keterangan anda?" tanya hakim Yanto.

"Itu keterangan beliau, keterangan pak Oka," jawab Novanto.

Setnov sendiri merasa heran, sebab justru Oka saat menjadi saksi di persidangan malah mengaku lupa telah menampung uang e-KTP. 

Namun begitu, Novanto kembali mempertegas terkait rekaman percakapan yang diputar jaksa beberapa waktu lalu, bukan terkait e-KTP.

"Jadi yang berkaitan dia sendiri yang tidak pernah melaporkan atau menyampaikan kepada saya seperti yang disampaikan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dalam Sidang. Makanya saya kaget sekali ada sejumlah uang di Oka. Setahu saya, kedatangan Oka hanya menyampaikan, 'Gw sekarang ada investasi dengan Anang, obat-obatan.' Tapi nggak pernah sampaikan uang. Kalau usaha agak menyimpang bukan. Soal rekaman, memang betul itu suara saya dan Irvan, tapi itu berkaitan dengan usaha yang sebenernya, sebelum adanya proses e-KTP," tegas Setya Novanto.

Baca: Hakim Pandang Setya Novanto Masih Setengah Hati Ungkap Kasus e-KTP

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)