logo rilis
Ternyata Komunitas Palestina Sesalkan Kunjungan Yahya Cholil ke Israel
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
13 Juni 2018, 23:45 WIB
Ternyata Komunitas Palestina Sesalkan Kunjungan Yahya Cholil ke Israel
Aksi Bela Palestina. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Komunitas Palestina di Indonesia (PCI) menyesalkan kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Yahya Cholil Staquf ke Israel atas undangan Dewan Hubungan Luar Negeri Israel (ICFR) pada 10-13 Juni 2018.

Ketua Komunitas Palestina di Indonesia atau Palestinian Community in Indonesia (PCI), Murad Halayqa, menyatakan bahwa kunjungan itu menjadi kekecewaan besar bagi rakyat Palestina.

"Kami menyesalkan kunjungan ini, walaupun Bapak Staquf menyatakan kepergiannya secara pribadi, tetapi beliau adalah sosok agama dan pejabat Indonesia, dan langkah ini diambil pada waktu yang tidak sesuai," kata dia pada Rabu (13/6/2018).

Yahya Cholil Staquf yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut mengunjungi Israel atas undangan Dewan Hubungan Luar Negeri Israel atau "The Israel Council on Foreign Relations" (ICFR).

Di sana, ia menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan Komite Yahudi Amerika atau American Jewish Committee (AJC) di Yerusalem.

PCI menganggap, kunjungan tersebut telah menyiratkan dukungan kepada Israel dan Amerika yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.

Selain itu, Israel masih terus melakukan tekanan dan kekerasan pada ratusan pengunjuk rasa Palestina yang melakukan aksi damai "Great March of Return" di Gaza sejak Maret lalu.

PCI juga menolak alasan yang disampaikan Yahya Cholil bahwa kunjungannya ke Yerusalem merupakan salah satu langkah untuk meneruskan visi almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang mendukung prosses perdamaian Palestina-Israel.

"Karena, Presiden Abdul Rahman Wahid mencoba untuk memainkan peran dalam proses perdamaian selama masanya 1999-2001 atas persetujuan kepemimpinan Palestina pada waktu itu, dan masih ada payung internasional untuk proses perdamaian," kata dia.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)