logo rilis

Ternyata, Direktur RS Medika Permata Hijau Pernah Bertemu Setnov
Kontributor
Tari Oktaviani
16 April 2018, 14:02 WIB
Ternyata, Direktur RS Medika Permata Hijau Pernah Bertemu Setnov
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Rumah Sakit Medika Permata Hijau Dr. Hafil Budianto rupanya pernah datang ke pernikahan putri Setya Novanto, Dwina Michaella pada Desember 2015 lalu di Hotel Mulia Jakarta. Namun dia mengaku, kedatangannya karena diundang oleh pihak besan Novanto.

"Saya pernah datang di acara perkawinan putri beliau. Saya diundang oleh pihak besan," kata Hafil saat bersaksi untuk terdakwa merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP, dokter Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (16/4/2018).

Dia mengaku baru pertama kali bertemu dengan Setya Novanto di sana. Setelah pesta pernikahan itu, Hafil mengaku sudah tak pernah menemui Novabto lagi.

"(Pertemuan) pertama dan terakhir," tuturnya. 

Saat kejadian Setya Novanto kecelakaan dan dirawat di RS Medika Permata Hijau, kala itu dia berada di Australia untuk menghadiri kongres ahli bedah jantung seluruh Asia. Untuk itu dia tidak mengetahui sama sekali masuknya mantan Ketua DPR itu ke RS naungannya.

"Saya berada di Melbourne Australia, sejak 15 November," ujarnya. 

Hafil pribadi mengaku heran. Pasalnya, baru kali ini mendapat laporan terkait rencana masuknya seorang pasien kecelakaan ke rumah sakit.

"Saya dengan sendirinya, pertama heran, ini masalah yang seharusnya bisa ditangani, silakan (sesuai dengan prosedur). Setelah itu saya, mulai berpikir apalagi setelah timbul berita-berita. Saya dengan sendirinya dikirim berita dari Tanah Air, melalui WA," tuturnya. 

Dalam kasus ini, dr Bimanesh bersama Fredrich didakwa merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setnov. Mereka berdua diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat. 

Bimanesh dan Fredrich Yunadi disebut merekayasa agar Setnov dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau pada pertengahan November 2017 untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)