logo rilis
Ternyata Dakwah Islam Berkembang Baik di Cina, Apa Penyebabnya?
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
17 Juli 2019, 21:30 WIB
Ternyata Dakwah Islam Berkembang Baik di Cina, Apa Penyebabnya?
Foto: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Tokoh Guangdong Islamic Association, Wang Yu Xia, mengungkapkan bahwa dakwah Islam berkembang dengan baik di Cina. Hal itu, menurutnya, lantaran dipengaruhi dengan berbagai regulasi yang berpihak kepada Muslim di negara tersebut.

"Pemerintah Cina mempersilakan orang memilih keyakinannya masing-masing, hal itu tentu berpegang pada prinsip dasar keagamaan bahwa negara memiliki kebebasan menganut agama tertentu," kata Wang dalam bedah buku "Islam Indonesia dan Islam Cina" di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Rabu (17/7/2019). 

Baca Juga

Dia mengatakan, pemerintah Cina juga memberi kebebasan bagi umat Islam untuk beribadah dan membuat perkumpulan. Selain itu, terdapat tempat makan yang halal, tempat pemotongan hewan halal dan perayaan Idulfitri dapat dilakukan.

Rois Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok, Imron Rosyadi Hamid, menjelaskan, konstitusi Cina menjamin kebebasan beragama. Tidak ada persoalan bagi umat Islam di Negeri Tirai Bambu itu untuk beraktivitas.

Persoalan Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, menurut dia, isunya bercampur aduk antara kebebasan beragama dengan kegiatan separatisme.

"Ini dua hal berbeda," jelas Imron.

Dia mencontohkan hal itu sebagaimana pemerintah Indonesia menyikapi separatisme di Aceh dan Papua. Pemerintah menolak separatisme bukan berarti memusuhi agama masyarakat setempat tetapi memerangi kegiatan yang mengancam disintegrasi bangsa.

"Itu bukan berarti kemudian pemerintah anti-Islam di Aceh atau anti-Katolik atau Protestan di Papua. Tapi antiseparatisme saja," ungkap Imron. 

"Jadi kalau separatisme, negara mana yang rela wilayahnya lepas? Saya kira tidak ada. Nah, mekanisme dan kebijakan mereka untuk menghindari terlepasnya sebuah wilayah itu harus kita hargai dengan mekanisme apapun," pungkasnya. 

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID