logo rilis

Ternyata Cantik Tak Hanya soal Kulit Putih, tapi...
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
28 April 2018, 20:35 WIB
Ternyata Cantik Tak Hanya soal Kulit Putih, tapi...
Perawatan Kecantikan. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Surabaya— Pakar estetika medis, dr Mufti Anam, mengatakan parameter cantik bagi perempuan bukan lagi terlihat dari kulit yang putih. Melainkan, kata dia, perawatan kecantikan yang menyehatkan juga menjadi aspek yang tak bisa diabaikan.

"Sekarang makna cantik harus berubah. Tidak hanya brightening dan glowing, tapi juga harus menyehatkan," kata Mufti di Surabaya, Sabtu (28/4/2018).

Mufti menjelaskan, kecantikan kulit bagi perempuan adalah sebuah perjalanan, yakni ada yang dengan mudah menemukan cara untuk menjadi cantik, tapi banyak juga yang menghadapi banyak masalah. Karena menurutnya, tak sedikit perempuan justru menderita masalah kesehatan kulit yang lebih kompleks saat menjalani tahapan perawatan kecantikan.

"Dalam banyak kasus ditemukan fakta bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam perawatan tersebut tidak mengindahkan dampak negatif ke penggunanya," ujarnya.

Akibatnya bukannya berubah cantik, imbuh dia, justru bisa muncul masalah kesehatan serius dari upaya perawatan tersebut. Contohnya, lanjut dia, kandungan hydroquinone pada krim pemutih yang dalam jangka panjang bisa memicu masalah kesehatan seperti kanker, ochronosis, dan alergi.

"Terkait masalah tersebut, salah satu formula paling menyehatkan, aman, sekaligus efektif dalam mendongkrak kesehatan kulit adalah galactomyces," ujar peraih sertifikasi keahlian estetika medis dari American Academy of Aesthetic Medicine tersebut.

Mufti mengungkapkan, Galactomyces telah menjadi formula rahasia yang digunakan oleh produk-produk kecantikan premium terkemuka dari Jepang dan Korea. Kandungannya, ungkap dia, merupakan ekstrak yeast fungus hasil dari proses fermentasi beras yang telah diakui sebagai bahan baku produk perawatan kulit berkualitas.

"Sehingga ini formula yang membikin cantik sekaligus memastikan proses menuju cantik itu memenuhi aspek kesehatan, sehingga aman bagi penggunanya," paparnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)