logo rilis
Terimbas COVID-19, Pemerintah Koreksi Proyeksi Petumbuhan Ekonomi 2020
Kontributor
Elvi R
24 Februari 2020, 19:30 WIB
Terimbas COVID-19, Pemerintah Koreksi Proyeksi Petumbuhan Ekonomi 2020
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 2020 sebesar 0,3 persen dari 5,3 persen menjadi 5 persen.

"Kami pasti ada koreksi tapi mudah-mudahan tidak turun terlalu banyak," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa ketika membuka Kick Off Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Menurut dia, diperkirakan wabah Viru Corona baru atau COVID-19 itu sudah menurun dan melewati masa puncak selama periode tujuh hingga sembilan bulan. Maka, lanjut dia, dalam periode itu selama 2020 perekonomian dunia akan melambat. Melambatnya pertumbuhan itu, kata dia, mengikuti perlambatan yang terjadi pada 2019.

Suharso mencatat penurunan investasi dari 6,64 persen pada 2018 menjadi 4,45 persen pada 2019.

Kemudian ekspor barang dan jasa dari 6,55 persen 2019 menjadi minus 0,87 persen, industri pengolahan turun menjadi 3,8 persen, dan wisatawan mancanegara turun menjadi 1,88 persen.

Dengan adanya koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi itu, lanjut dia, mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang ditargetkan mencapai 5,7-6 persen.

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi 2021 diproyeksi berada pada kisaran 5,3 sampai 5,7 persen.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga melakukan koreksi pertumbuhan ekonomi RI 2020 menjadi kisaran 5,0 persen-5,4 persen dari sebelumnya 5,1 persen-5,5 persen akibat dampak virus Corona.

Diperkirakan virus Corona dapat mempengaruhi kondisi perekonomian nasional melalui tiga sektor yaitu pariwisata, perdagangan, dan investasi.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID