logo rilis
Terima Suap, Ternyata Harta Bupati Bandung Barat Segini...
Kontributor
Tari Oktaviani
12 April 2018, 10:45 WIB
Terima Suap, Ternyata Harta Bupati Bandung Barat Segini...
Bupati Bandung Barat Abu Bakar Digelandang ke KPK. FOTO: RILSI.ID/Indra Kusuama

RILIS.ID, Jakarta— Bupati Bandung Barat Abu Bakar telah menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diduga menerima suap dari beberapa kepala dinas setempat. Lantas, berapakah hartanya?

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara(LHKPN) di situs acch.lhkpn.go.id yang diakses rilis.id pada Kamis (12/4/2018), Abu Bakar memiliki harta kekayaan senilai Rp3.121.972.946.

Adapun diantaranya, dia memiliki harta tidak bergerak berupa 4 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Bandung dengan total nilai keseluruhan mencapai Rp2.207.120.000.

Saementara untuk harta bergerak, Abubakar melaporkan 2 kendaraan mobil yakni, Daihatsu Rocky tahun 97 dan Toyota Kijang tahun 98 dengan total nilai mencapai Rp160.000.000.

Sementara itu, Abubakar juga melaporkan logam mulia dan beberapa benda berharga lainnya senilai Rp110.000.000. Lalu, dia juga memiliki sejumlah surat berharga yang nilainya mencapai Rp25.000.000. Sedangkan Giro dan setara kas lainnya yang dimilikinya mencapai Rp619.852.946. 

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bandung Barat, Abu Bakar sebagai tersangka suap. Tak hanya Abu Bakar, status tersangka juga disematkan KPK terhadap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung Barat, Asep Hikayat; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wetti Lembanawati; dan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Adiyoto.

KPK menduga, Abu Bakar telah meminta uang kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk kepentingan kampanye sang istri, Elin Suharliah yang maju sebagai calon Bupati Bandung Barat periode 2018-2023. 

"Hingga April, Bupati terus menagih permintaan uang ini salah satunya untuk membayar lembaga survei," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4). 

Abu Bakar kemudian memerintahkan Wetti dan Adiyoto untuk menagih kepada jajaran SKPD dan mengumpulkan uang sesuai yang dijanjikan. Sejauh ini, KPK baru menyita Rp435 juta yang diduga merupakan suap kepada Abu Bakar. 

"Dalam tangkap tangan yang digelar, KPK mengumpulkan barang bukti sebesar Rp435 juta," katanya.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Abu Bakar, Weti, dan Adiyoto yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Asep yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Editor: Elvi R


komentar (0)