logo rilis
Terdesak Perang Dagang Trump, China Merapat ke Uni Eropa
Kontributor
Elvi R
10 Juli 2018, 11:52 WIB
Terdesak Perang Dagang Trump, China Merapat ke Uni Eropa
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Genderang perang dagang yang ditabuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dibunyikan sejak Jumat (6/7/2018), pukul 00:01 waktu Washington D.C. Presiden Trump memberlakukan tarif baru bagi saingannya, yakni China sebesar US$34 miliar atau Rp489,6 triliun dalam Rupiah. 

Tidak mau kalah, China juga melakukan hal yang sama. Negara tirai bambu membalas AS dengan memberlakukan tarif dengan besaran yang sama, yakni US$34 miliar ke 545 produk impor AS. Di lansir dari BBC sontak mulai dari mobil hingga kedelai terdampak tarif tersebut. 

Merasa terancam, China memiliki berbagai trik untuk memuluskan bisnisnya di dunia, tanpa berpegangan kepada AS. Dilansir dari CNBC Internasional, China berupaya menjadi sahabat bagi Uni Eropa. Berbagai pertemuan pun digelar dengan pemimpin Uni Eropa. Sabtu pekan lalu (7/7/2018) Perdana Menteri Li Keqiang bertemu dengan para pemimpin Eropa Timur dan Tengah di Sofia, Bulgaria. Dia bahkan berjanji membuka ekonomi China ke dunia yang lebih luas.

Bahkan, Keqiang bertemu dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel pada Senin dan Minggu depan di Beijing. Ibu Kota China akan menjadi tuan rumah pertemuan antara Uni Eropa-China.

"Membuka diri telah menjadi pendorong utama agenda reformasi China, jadi kami akan terus membuka diri lebih luas ke dunia, termasuk memperluas akses pasar bagi investor asing," ujar Li Keqiang, Senin (9/7/2018).

Dalam komentar lain, pascadiumumkannya tarif baru AS Keqiang mengatakan, negara-negara lain dipersilakan untuk menyuarakan ekspresi terhadap ekonomi China. Hal ini tentu saja untuk perkembangan perekonomian negara tersebut.

""Negara-negara dipersilakan untuk menyuarakan ekpresi ekonomi China untuk berbagi peluang pengembangan China," katanya.


komentar (0)