logo rilis

Terdakwa e-KTP Tegaskan Dugaan Keterlibatan Puan dan Pramono Bukan Omong Kosong
Kontributor
Tari Oktaviani
13 April 2018, 14:10 WIB
Terdakwa e-KTP Tegaskan Dugaan Keterlibatan Puan dan Pramono Bukan Omong Kosong
Puan Maharani membantah pengakuan Setya Novanto soal pemberian uang kepada dirinya sebesar US$500 terkait korupsi e-KTP. FOTO: RILIS.ID/Afid Baroroh

RILIS.ID, Jakarta— Terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto merasa geram karena beberapa nama yang pernah disebutnya ikut menikmati uang e-KTP hanya dianggap bualan semata.

Menurut Novanto, ia memang tidak melihatnya langsung. Namun, ia mendapatkan informasi tersebut dari dua terdakwa lainnya yakni Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Ia pun mengatakan, semenjak ia mengungkapnya di pemeriksaan terdakwa, banyak cacian menghujaninya. Ini mengingat dua nama yang ia sebut berasal dari elite partai penguasa, PDIP.

"Saya sadar betul banyak cacian khususnya pada saat pemeriksaan terdakwa dianggap pembualan. Penyebutan nama-nama hanya omong kosong, saya tegaskan yang saya sampaikan hanya saya ketahui. Saya hanya mendengar dari Made saat pertemuan di rumah saya," ungkapnya saat membacakan nota pembelaan di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Tak hanya itu saja, ia pun meyakini, keponakannya, Irvanto telah berkata benar. Di mana pada saat konfrontasi 21 Maret 2018, Irvanto menceritakan semuanya. Termasuk, penerimaan ke dua orang politisi PDIP itu.

"Pada saat dikonfrontir, terbukti imbauan saya kepada Irvanto berbuah manis. Irvanto menceritakan semua kronologinya. Saya meminta Oka juga menceritakan semuanya agar semua terang-benderang," tegasnya.

Dalam pembelaannya, Novanto pun berharap, setidaknya Pimpinan KPK mempertimbangkan ulang terkait pengajuannya sebagai justice collaborator. Ia mengaku, akan membantu penyidik dalam mengungkap semuanya.

"Saya berjanji kepada diri untuk tetap membantu penyidik dan penuntut umum untuk penuntasan kasus korupsi e-KTP sampai tuntas dan mengungkap pelaku lain sepanjang saya ketahui," tekadnya.

Sebelumnya, Terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto mengatakan, petinggi Fraksi PDI Perjuangan kala itu juga ikut kecipratan duit hasil dugaan korupsi. Hal itu ia ketahui dari keterangan pengusaha Made Oka Masagung.

"Waktu itu ada pertemuan di rumah saya yang dihadiri oleh Oka dan Irvanto, disana saya berikan ke Puan Maharani US$500 ribu, Pramono Anung US$500 ribu," kata Novanto dalam sidang di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Mendengar itu, hakim pun memastikannya kembali kepada Novanto. Ketua Majelis Hakim Yanto menanyakan siapa yang memberikan uang kepada dua orang politisi PDIP itu.

"Itu keterangan Anda?" tanya hakim Yanto.

"Itu keterangan beliau, keterangan Pak Oka," jawab Novanto.

Ia sendiri merasa heran, sebab justru Oka saat menjadi saksi di persidangan malah mengaku lupa telah menampung uang e-KTP. Namun begitu, Novanto kembali mempertegas terkait rekaman percakapan yang diputar jaksa beberapa waktu lalu bukan terkait e-KTP.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)