logo rilis

Terbukti Menganiaya Istri Selingkuhannya, Pelakor Pucat Pasi
Kontributor

06 April 2018, 18:35 WIB
Terbukti Menganiaya Istri Selingkuhannya, Pelakor Pucat Pasi
Persidangan kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Bandarlampung, Lampung, Kamis (5/4/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M. Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung— Meski tertunduk lemas, wajah Selvi (26) terlihat pucat pasi  mengetahui dihukum dua bulan 15 hari. Vonis dijatuhkan Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang, Bandar Lampung, Lampung, karena dia terbukti menganiaya istri selingkuhannya, Yanti Novianti (29).

Pada persidangan Kamis (5/4/2018), Hakim Ketua Mansur menilai, terdakwa terbukti melanggar Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan.

"Hal yang meringankan terdakwa, yaitu berterus terang dan mengakui perbuatan serta menyesali dan tidak akan mengulanginya lagi," ujarnya saat membacakan putusan. Apalagi, sudah ada keputusan dama kedua belah pihak.

"Maka, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman kurungan penjara dua bulan lima belas hari dikurangi masa tahanan," imbuh Mansur.

"Saya terima putusan tersebut," ucap Selvi lirih dengan wajah memucat merespons putusan pengadilan. Sikap senada diutarakan Yanti.

Baca: Ketika Tudingan 'Pelakor' Bertebaran

Persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Nilam Agustini Putri menuntut terdakwa lima bulan penjara. Selvia dianggap melanggar Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan.

Berdasarkan surat dakwaan, penganiayaan terjadi 28 Agustus 2017, pukul 06.00. Saat itu, Yanti selaku istri sah Abduh menunggu di depan kantor suaminya.

Tak lama berselang, Abduh datang dan mempertanyakan kehadiran Yanti. Kepada suaminya, dia menanyakan perempuan yang menjadi selingkuhannya atau perebut laki orang (pelakor).

Baca: Pelakor Masuk KDRT?

Yanti kemudian bersama rekannya, Dewi, Alex, Mulyadi, dan Andre, datang ke Taman Monyet, Jalan Dr. Susilo, Bandarlampung. Teguh, rekan lainnya, menjemput terdakwa dan dibawa ke lokasi pertemuan.

Di sana, Yanti dan terdakwa sempat cekcok. Korban pun mengalami luka di bagian perut bekas operasi sesar, akibat ditendang terdakwa. Selanjutnya, korban melaporkan perbuatan warga Sumurbatu, Telukbetung Utara, Bandarlampung, itu ke Mapolresta Bandar Llampung.

Sumber: Rilis Lampung


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)