logo rilis
Tentara Myanmar Dijatuhi Hukuman atas Pembunuhan Muslim Rohingya
Kontributor
Syahrain F.
11 April 2018, 16:46 WIB
Tentara Myanmar Dijatuhi Hukuman atas Pembunuhan Muslim Rohingya
Tentara Myanmar menggelar parade militer ke-73. FOTO: Shutterstock

RILIS.ID, Yangon— Tujuh tentara Myanmar yang bertanggung jawab atas pembunuhan 10 Muslim Rohingya dijatuhkan 10 tahun hukuman penjara.

Menurut pernyataan dari militer Myanmar, ketujuh tentara tersebut telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena menyebabkan kematian 10 warga Muslim Rohingya

Tujuh personel militer tersebut telah dibebastugaskan tanpa batas waktu tertentu.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan, 21 personil militer, tiga petugas polisi, 13 petugas keamanan, enam pegawai sipil dan enam warga desa terlibat dalam investigasi tersebut.

Selain itu tentara yang dijatuhkan hukuman 10 tahun penjara itu telah mengakui kejahatan yang mereka lakukan.

Pada Januari kemarin, tentara Myanmar menggelar penyelidikan atas kematian 10 Muslim Arakan yang ditahan September tahun lalu karena diduga sebagai teroris di wilayah Arakan.

Menurut PBB, jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Rakhine ke Bangladesh setelah 25 Agustus 2017 telah melebihi 700 ribu orang.

Melalui pencitraan satelit, lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional telah membuktikan pemusnahan ratusan desa di sana.

Rohingya, yang disebut PBB sebagai kelompok paling teraniaya di dunia, menghadapi ancaman keamanan seperti pembunuhan, pembantaian, pemerkosaan, serta pengrusakan bangunan oleh tentara Myanmar.

PBB telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan– termasuk bayi dan anak-anak—pemukulan brutal dan penculikan oleh petugas keamanan.

Dalam sebuah laporan, penyidik PBB mengatakan pelanggaran tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan.

Setidaknya 9.000 Rohingya tewas di Rakhine antara 25 Agustus dan 24 September, menurut lembaga Dokter Lintas Batas (MSF).

Dalam sebuah laporan tertanggal 12 Desember 2017, MSF mencatat 71,7 persen Rohingya atau sekitar 6.700 orang tewas akibat kekerasan. Angka itu termasuk 730 anak-anak dibawah usia lima tahun.

"Hampir satu juta Rohingya diusir oleh militer Myanmar dari kampung halaman mereka. Myanmar melakukan pemerkosaan masal, pembakaran rumah massal, pembunuhan massal, dan penahanan massal terhadap Rohingya," terang pernyataan itu.

Sumber: Anadolu Agency


500
komentar (0)