logo rilis
Temu Penyuluh, Upaya Wujudkan Kesejahteraan Petani
Kontributor
Elvi R
16 Mei 2018, 14:02 WIB
Temu Penyuluh, Upaya Wujudkan Kesejahteraan Petani
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Pangkalanbun— Saat ini penyuluh pertanian dan petugas lapangan adalah garda terdepan dalam mewujudkan peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani. Melalui kegiatan penyuluhan, masyarakat tani dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi baru, penanaman nilai-nilai agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia melalui kelompok tani. 

"Serta, yang terpenting adalah melalui penyuluhan dapat merubah sikap dan perilaku petani agar mau dan mampu menerapkan inovasi teknologi pertanian yang disampaikan oleh seorang penyuluh," ungkap oleh Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah.,SH,MH saat membuka acara Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluhan Pertanian 2018, di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut Bupati, menyampaikan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini sangat konsen dan memprioritaskan pembangunan yang berbasis kawasan pertanian sesuai dengan kemampuan potensi lokal,.

"Diharapkan ada dukungan dari berbagai pihak termasuk dukungan dari BPTP Kalimantan Tengah dalam pengawalan dan mendampingi teknologinya," katanya.

Pada 2018 terdapat beberapa program peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang pertanian yang dicanangkan oleh Pemda Kobar, di antaranya pengembangan jagung seluas 10 ribu hektar, penumbuhan pasar induk hortikultura, dan pengembangan model perkebunan rakyat berbasis integrasi sawit-sapi. Bupati juga berharap agar para penyuluh pertanian dapat mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber pada acara Temu Teknis dan Karya Penyuluh ini, agar dapat menerapkanya pada program pembangunan di wilayah kerja masing-masing. 

Sementara itu Kepala BPTP Kalimantan Tengah Dr.F.F.Munier menyambut baik kegiatan temu penyuluhan ini sebagai upaya untuk Meningkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian Daerah dalam mendukung pembangunan kawasan pertanian di kabupaten Kotawaringin Barat. Menurutnya, keberhasilan penyebaran dan diterapkanya suatu inovasi teknologi pertanian oleh petani tidak terlepas dari peran penyuluh yang menjalankan fungsinya sebagai agen pembaharu (agent of change).

Saat ini paradigma penyuluhan lebih dipandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dalam berusahatani dengan cara menolong mereka mengembangkan wawasan ilmu dan pengetahuan mengenai konsekuensi dari masing-masing pilihan itu.

Sumber: Dedy Irwandi/Balitbangtan


500
komentar (0)