logo rilis
Teluk Balikpapan Tercemar, Pertamina Ogah Disebut Lalai
Kontributor
Fatah H Sidik
06 April 2018, 23:04 WIB
Teluk Balikpapan Tercemar, Pertamina Ogah Disebut Lalai
Pesut yang ditemukan mati akibat tumpahan minyak di Teluk Balipapan, FOTO: Instagram/@balikpapanupdate

RILIS.ID, Balikpapan— PT Pertamina menolak disebut lalai dalam pengawasan terkait pencemaran perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, akibat pipa penyalur minyak mentak bawang lautnya patah dan tumpah. Demikian disampaikan General Manager Pertamina Refinery Unit V, Togar MP.

"Terlalu dini mengatakan demikian," ujarnya di Balikpapan, Jumat (6/4/2018). Pertamina RU V merupakan pengelola kilang minyak di Balikpapan.

Toga berdalih, cuma Kepolisian yang berhak menyatakan pihaknya lalai atau tidak. "Kami tidak mau berdebat soal itu," ucapnya.

Baca: Kasus Teluk Balikpapan, BPBD Kecam Sikap Tertutup Pertamina

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Nazaruddin, sebelumnya menyatakan, Pertamina lalai dalam mengelola keamanan usahanya. Misalnya, tak menerapkan sistem pengawasan yang cepat mengetahui, bila ada kejadian seperti pipa bocor atau tumpahan minyak.

Kebocoran pada Sabtu (31/3) tersebut, turut menyebabkan kebakaran di lokasi, selain mencemari perairan teluk. Sebanyak lima orang tewas akibat insiden itu, termasuk satu pesut.

Sebanyak 162 kapal nelayan berikut alat tangkapnya pun tak bisa melaut, karena kotor tercemar minyak mentah. Bahkan, operasional Pelabuhan Semayang ditutup selama dua hari penuh, sehigga kapal tak bisa masuk dan dan keluar.

Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas daerah terdampak mencapai 13 ribu hektare. Pohon-pohon di hutan mengrove di utara di Kariangau menjadi pekat oleh minyak.

Baca: Kasus Teluk Balikpapan, Polisi Gunakan UU Lingkungan Hidup

Sumber: ANTARA


komentar (0)