logo rilis

Teknologi Survei Identifikasi Sumber Air Dukung Pembangunan Embung
Kontributor
Elvi R
21 Maret 2018, 17:34 WIB
Teknologi Survei Identifikasi Sumber Air Dukung Pembangunan Embung
Teknologi Embung. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Balai Besar Pengkajian, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian (BBP2TP) Dr. Haris Syahbuddin mengatakan mandat pembangunan 30 ribu embung disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pencanangan pun telah ditegaskan dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 tahun 2018 tentang Percepatan Penyediaan Embung Kecil dan Bangunan Penampung Air Lainnya di Desa.

"Kita sudah mengetahui, bahwa pada bulan Mei 2017 lalu, Presiden Jokowi telah mencanangkan pembangunan 30.000 embung di seluruh Indonesia.  Angka ini menunjukkan lebih 10 kali lipat dari jumlah embung yang telah ada di Indonesia," katanya dalam acara Bimbingan Teknis Identifikasi Sumber Daya Air dan Pengembangan Pola Tanam, di Puslitbang Hortikultura, Selasa, (20/3/2018).

Dia menjelaskan, sejak akhir 2016, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) telah membantu survei sumber daya air dan menghitung luas capaian layanannya. Disamping itu, BPTP menyampaikan rekomendasi bangunan air yang dibutuhkan.    

"Hasil identifikasi sumber daya air ini menjadi dasar bagi pembangunan 30 ribu embung," ucap Haris.

Dalam acara yang diikuti oleh 60 peserta dari BPTP Haris juga menyampaikan, penyelenggaraan bimtek bertujuan untuk  meningkatkan pengetahuan dan kinerja teknik identifikasi sumber daya air bagi BPTP. Karena BPTP merupakan pelaksana survei identifikasi sumber daya air serta mendiseminasikan sistem informasi Kalender Tanam Terpadu untuk musim tanam 2018.

"Saat ini, BPTP membantu program pembangunan 30 ribu embung melalui identifikasi sumber daya air, dan rekomendasi bangunan penampung air lainnya selain embung. Kita akan melakukan percepatan dalam survei sumber daya air ini, sehingga target segera tercapai" ungkapnya.

Lebih lanjut, Haris menyebut, percepatan survei identifikasi sumber daya air dilakukan melalui penerapan teknologi-teknologi yang mendukung. Beberapa diantaranya, penggunaan peta survei sumber daya air digital format pdf bergeoreferensi dan pengukuran neraca air untuk rekomendasi pembangunan embung, sehingga embung yang dibangun dapat dimanfaatkan.

“Dalam mendukung keberhasilan program tersebut, peran BPTP dan Balitklimat sangat strategis. BPTP menjadi ujung tombak di lapangan bersama stakeholder terkait lainnya. BPTP dan Balitklimat menjadi agen pembangunan pertanian dan melaksanakan kegiatan khususnya yang berkaitan dengan identifikasi, implementasi dan pengelolaan air di daerah” pungkasnya.

Sumber: Rima Purnamayani/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)