logo rilis
Teknologi Balitbangtan Mampu Menekan Kehilangan Pascapanen Cabai
Kontributor
Fatah H Sidik
09 Mei 2018, 04:55 WIB
Teknologi Balitbangtan Mampu Menekan Kehilangan Pascapanen Cabai
Peserta dan panitia workshop

RILIS.ID, Magelang— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan) menggelar workshop "Teknologi Penekanan Kehilangan Pascapanen Cabai" di Ruang Pertemuan Kantor Balai Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (8/5/2018).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian akhir "Pilot ASEAN Cooperation Project: Reduction of Postharvest Losses for Agricultural Produces and Products (ASEAN PHL-R)". Dalam pelaksanaannya, Balitbangtan bekerja sama dengan PT Agro Indo Mandiri (AIM) dan Pemerintah Kabupaten Magelang.

Workshop bertujuan menyosialisasikan capaian kegiatan implementasi inovasi pascapanen Gapoktan Maju Mandiri sebagai bagian dari ASEAN PHL-R. Karenanya, diharapkan pelaku usaha tani dan pemasaran cabai, pemerintah pusat dan daerah, serta stakeholder lain terdorong menerapkan rekomendasi teknologi yang dihasilkan ASEAN PHL-R.

Peneliti Balai Besar Litbang Pascapanen, sekaligus Assistant Team Leader dari ASEAN PHL-R Indonesia, Dr. S. Joni Munarso, menerangkan, hasil implementasi teknologi menggembirakan. Sebab, berhasil menurunkan kehilangan pascapanen secara signifikan.

Untuk menekan kehilangan pascapanen cabai, intervensi awal yang perlu dilakukan adalah memotong rantai pasok. Kehilangan hasil dari 20-30 persen ditekan menjadi kurang dari 10 persen.

Teknologi penanganan cabai yang tepat pun meningkatkan penurunan kehilangan hasil. Teknologi yang diterapkan, antara lain penggunaan bagan warna cabai sebagai panduan panen petani.

Kemudian, penggunaan krat sebagai wadah cabai dalam pengangkutan ke pengumpul/pengepak, perlakuan ozon sebagai antimikroba, pengemasan menggunakan kardus berperforasi, serta pemakaian moda transportasi berpendingin untuk distribusi jarak jauh.

Kepala Dinas Pertanian Magelang, Ir. Wijayanti, mengapresiasi capaian itu. Karenanya, Pemkab Magelang akan mengembangkan packing house (PHO) di beberapa sentra cabai dengan mengacu teknologi Balitbangtan tersebut.

Sementara, sekitar 40 anggota gabungan kelompok tani (gapoktan) cabai Magelang berharap, implementasi teknologi tak berhenti seiring berakhirnya ASEAN PHL-R. Namun, terus berlangsung dan direplikasi kelompok tani lainnya.

Jika dipandang penting, mereka beranggapan, perlu adanya sertifikasi untuk memberikan jaminan mutu pada produk cabai hasil implementasi. Dengan begitu, petani menerima harga yang lebih layak.

ASEAN PHL-R diketahui digelar sejak 6 Februari 2018 dan bakal berakhir 23 Mei 2018. Beberapa tahapan kegiatan yang telah dilakukan, seperti survei dan penelitian lapangan, eksplorasi teknologi, serta implementasi teknologi.

Workshop sendiri dibuka Kepala Desa Sugihmas Sriyanto serta Team Leader ASEAN PHL-R sekaligus Direktur PT AIM Prof. Dr. Argono Rio Setioko.

Sumber: Siti Mariana Widayanti/Balitbangtan Kementan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)