logo rilis

Teken Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur, PM Cina Juga Minta Indonesia Tingkatkan Impor
Kontributor

07 Mei 2018, 16:16 WIB
Teken Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur, PM Cina Juga Minta Indonesia Tingkatkan Impor
Presiden Jokowi menyambut PM RRC Li Keqiang yang berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (7/5/2018) siang. FOTO: setkab.go.id

RILIS.ID, Bogor— Pemerintah RI dan Cina menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama pembangunan infrastruktur saat kunjungan resmi Perdana Menteri Li Keqiang ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menandatangani MoU tentang promosi kerja sama pembangunan koridor ekonomi komprehensif regional bersama timpalannya dari Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (7/5/2018). .

Koridor ekonomi itu rencananya akan dibangun di sejumlah provinsi yaitu Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Bali.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Cina Li Keqiang.

Dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Li dan Presiden Jokowi, pemerintah Cina berencana mengirim tim ahli untuk menelaah usulan empat koridor ekonomi tersebut, antara lain pembangunan pelabuhan serta industri pengolahan perikanan.

Selain itu, nota kesepahaman kedua yang ditandatangani adalah tentang Kajian Rancangan untuk Pembangunan Proyek Waduk Jenelata dan Waduk Riam Kiwa.

Pihak yang menandatangani nota tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan timpalan dari Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Cina.

Pembangunan Waduk Jenelata berlokasi di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan sedangkan pembangunan Waduk Riam Kiwa berada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Perdana Menteri mengatakan, dirinya bersama Presiden Jokowi juga mendiskusikan sejumlah hal untuk meningkatkan kerja sama perdagangan.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan agar ekspor buah-buahan tropis dan komoditas dari Indonesia seperti kopi dan kakao dapat ditingkatkan.

"Tentunya produk-produk pertanian dari Indonesia mempunyai nilai keunggulan di Cina karena banyak yang Indonesia miliki tidak ada di kita," ujar Li.

Namun demikian, Li juga berharap agar Indonesia dapat membuka pintu lebih lebar untuk buah-buahan asal Cina.

"Saya juga berharap di Indonesia nanti bisa ditingkatkan impor untuk jeruk mandarin. Tentunya kami juga harus memastikan standar dan kualitas dari jeruk mandarin itu sesuai dengan standar kualitas Indonesia," jelas PM Li.

PM Li melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 6-8 Mei 2018. Usai Indonesia, PM Cina juga akan melawat ke Jepang.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)