logo rilis

Tarik Investor Asing, Ketua MPR Minta Tim Ekonomi Jokowi Pangkas Regulasi Perizinan dan Pa
Kontributor
Nailin In Saroh
20 November 2019, 23:35 WIB
Tarik Investor Asing, Ketua MPR Minta Tim Ekonomi Jokowi Pangkas Regulasi Perizinan dan Pa
Ketua MPR Bambang Soesatyo menerima Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, H.E. Mr. Kim Chang-beom, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

RILIS.ID, Jakarta— Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap Korea Selatan dan Korea Utara bisa membangun dialog yang produktif saat bertemu dalam ajang The 5th Meeting of Speakers of the Eurasian Countries Parliaments 2020/MSECP (Pertemuan Parlemen Negara-Negara Eurasia ke-5) yang akan diselenggarakan di Jakarta tahun 2020 mendatang. 

Hal ini juga sesuai permintaan Korea Selatan yang pada saat pemilihan tuan rumah MSECP tahun lalu meminta Indonesia menjadi fasilitator mengundang Korea Utara dalam pertemuan MSECP 2020.    

"Kita tentu sangat mengharapkan hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara bisa berlangsung damai. Membuka diamanahkan dalam pembukaan UUD NRI 1945, Indonesia siap jika memang diperlukan menjadi jembatan perdamaian antara Korea Selatan dengan Korea Utara," ujar Bamsoet saat menerima Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia , HE Mr. Kim Chang-beom, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi 2.200 perusahaan asal Korea Selatan yang berinvestasi di Indonesia. Perusahaan ini bergerak di industri padat karya seperti tekstil dan elektronik, sehingga turut berkontribusi dalam peningkatan satu juta tenaga kerja Indonesia.

"Karena menyangkut Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju harus fokus pada kebijakan investasi di Indonesia tetap kondusif. Tak perlu membahas tentang politik yang menjadi tugas lembaga legislatif, Tim Ekonomi harus memfokuskan perhatian pada perizinan, pajak yang kompetitif, dan juga memfasilitasi perbaikan agar dapat menarik minat "Investor datang ke Indonesia, juga bisa meminta para investor yang sudah berinvestasi di Indonesia dan melakukan relokasi ke negara lain," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju, beberapa waktu lalu Presiden Jokowi dengan tegas membantah kekalahan Indonesia dari berbagai negara ASEAN lainnya dalam hal menarik investor. Disaat 33 perusahaan asing merelokasi bisnisnya dari Tiongkok, tidak ada yang datang ke Indonesia. 23 perusahaan pindah ke Vietnam, 10 lainnya ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand.

"Sementara perang dagang Amerika - Tiongkok, selain membuat ekonomi dunia berguncang, juga bisa mendatangkan peluang bagi Indonesia. Pesaing yang diterima oleh Malaysia, Kamboja, dan Thailand yang berhasil menarik investor yang merelokasi pabriknya dari Tiongkok. Jangan pernah mencari peluang investasi dari Korea Selatan juga terbuang sia-sia lantaran kompleks ekonomi dan rumitnya perizinan serta prosedur yang berbelit, "pungkas Bamsoet. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID