logo rilis
Tarif Tol Jokowi Dikritik, 'Harganya Tinggi Kayak di Jepang'
Kontributor
Budi Prasetyo
12 Juni 2018, 13:40 WIB
Tarif Tol Jokowi Dikritik, 'Harganya Tinggi Kayak di Jepang'
Ilustrasi Gerbang Tol Ngawi-Wilangan. FOTO: Dok. PUPR

RILIS.ID, Surabaya— Anggota komisi V DPR RI, Bambang Haryo, mengkritik mahalnya biaya masuk jalan tol yang diresmikan pada era Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, mahalnya harga tol itu dikeluhkan masyarakat kecil, terutama para sopir angkutan barang. "Kalau tol Jokowi tidak disukai pengemudi truk karena harganya mahal, termasuk yang termahal di Asia," katanya pada Senin (11/6/2018).

Dia mengatakan, harga tol di Indonesia yang diresmikan hampir sama denga harga yang ada di Jepang. Sayangnya, mahalnya biaya itu tidak diikuti dengan fasilitas memadai.

"Cuma bedanya kalau di Jepang ada terowongam karena bukit di tembus. Tetapi kita belok belok, contohnya di Semarang sampai 30 derajat sehingga mobil kesulitan naik," katanya.

Dia berharap agar pemerintah menurunkan tarif jalan tol, dan disesuaikan dengan harga tarif tol lama. "Tol-tol ini enggak boleh harganya mahal," ujar dia.

"Kalau di Jepang harga ganti rugi mahal bisa 10 sampai 100 kali lipat. Tol dibangun pak Jokowi harus disesuaikan dengan harga tol yang lama," tandasnya.

"Saya menyampaikan semua diturunkan supaya masyarakat bisa merasakan. Tidak hanya mobil pribadi tetapi angkutan massal juga bisa merasakan," pungkasnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)