logo rilis

Tanpa Modernisasi, Suku Primitif di Indonesia Ini Masih Bertahan sampai Sekarang
Kontributor
Ning Triasih
26 November 2018, 11:44 WIB
Tanpa Modernisasi, Suku Primitif di Indonesia Ini Masih Bertahan sampai Sekarang
Suku Pedalaman di Indonesia. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Di era globalisasi yang sudah serba modern saat ini, ternyata masih ada beberapa suku primitif yang eksis di Indonesia. Mereka mampu mempertahankan kealamiannya tanpa tercampur dengan dunia luar, termasuk kemajuan teknologi.

Lalu apa saja suku primitif di Indonesia yang masih bertahan dan menjaga tradisi masing-masing di pedalaman?

Melansir dari GoodNews From Indonesia, berikut beberapa suku pedalaman yang masih bertahan hingga sekarang.

1. Suku Dayak, Kalimantan

Suku dayak memang punya karakteristik unik. Kehidupan mereka begitu primitif dan memilih menetap di Kalimantan. Hingga kini, suku ini masih menjaga tradisi turun-temurun, yakni kanibalisme, salah satu tradisi yang cukup mengerikan.

2. Suku Kombai, Papua

Suku Kombai di Papua juga cukup istimewa. Pasalnya, mereka tinggal di rumah-rumah yang dibangun di atas pohon dengan ketinggian lebih dari 50 meter. Tujuannya adalah untuk menghindari dari ancaman-ancaman alam seperti banjir dan serangan binatang buas. Suku KOmbai juga terbiasa dengan kultur kanibalisme, yakni memakan daging manusia dari anggota suku yang melanggar aturan yang disepakati bersama.

3. Suku Mentawai, Sumatera Barat

Suku Mentawai menetap di Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat dan Utara. Suku ini termasuk kuno karena sejarah kemunculannyamasih diperdebatkan para sejarawan. Meski masih bertahan, namun Suku Mentawai mengalami penurunan jumlah. Hal ini disebabkan oleh budaya-budaya tradisional yang mulai ditinggalkan oleh generasi penerus.

4. Suku Samin, Pulau Jawa

Suku Samin sedikit berbeda dengan suku primitif lainnya. Pasalnya, suku ini menetap Pulau Jawa, yakni di daerah Blora dan Bojonegoro. Konon, masyarakat Samin adalah suku yang menolak adanya kolonialisme Belanda dan memilih untuk mengasingkan diri. Mereka memilih untuk hidup sederhana di dalam hutan. Tradisi mengasingkan diri inilah yang terbawa sampaiu sekarang, hingga menyebabkan kehidupan Suku Samin tidak berkembang. Kini suku ini dikenal sebagai kelompok yang tertutup, lugu dan menjadi lelucon di masyarakat Bojonegoro.

5. Suku Togutil, Maluku Utara

Suku ini terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, tepatnya di pedalaman Hutan Totodoku, Tukur-Tukur dan Lolobata. Istilah Togutil sebenarnya sebutan dari masyarakat luar, karena sukunya sendiri tak menyukai penggunaan Togutil karena konotasinya yang negatif. Suku ini memilih untuk mengisolasi diri dan menjaga Hutan Totodoku, mereka melihat pentingnya hutan bagi kehidupan.

6. Suku Laut, Kepulauan Riau

Sesuai dengan namanya, Suku Laut adalah suku yang tinggal secara nomaden di Kepulauan Riau. Dulu, suku ini dikenal sebagai kelompok perompak yang memiliki peran penting dalam kejayaan Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Malaka dan Kesultanan Johor. Suku Laut berperan dalam menjaga stabilitas kawasan dagang di sana dengan mengusir bajak laut da memandu para pedagang.

7. Suku Kajang, Sulawesi Selatan

Suku ini tinggal di Pedalaman Bulukumba, Sulawesi Selatan yang mayoritas masih menetap di Desa Tana Toa dan masih hidup dengan cara-cara yang tradisional. Terlepas dari primitifnya suku ini, mereka telah memberlakukan aturan-aturan bagi kehidupan Suku Kajang. Hanya saja, suku ini begitu menolak peradaban, bahkan ketika ada warga yang ingin berkunjung pun tidak dapat menggunakan alas kakinya. Warna hitam menjadi kewajiban dalam berpakaian, karena suku ini percaya bahwa warna hitam menggambarkan kesederhanaan dan persamaan.

8. Suku Polahi, Gorontalo

Suku Polahi yang artinya pelarian merupakan suku terasing yang hidup di Pedalaman Hutan Baliyohuto, Gorontalo. Serajahnya, dahulu terdapat warga Gorontalo yang memilih untuk meninggalkan tempat tinggalnya dan masuk ke hutan, dengan tujuan untuk kabur dari kolonialisme Belanda. Hingga kini, suku tersebut cenderung menolak untuk berinteraksi dengan masyarakat luar. Mereka menganggap orang luar adalah penjajah, sehingga tidak ada perkembangan akan modernisasi di dalam suku tersebut. Suku Polahi memiliki kebiasaan yang cukup unik, yaitu melakukan kawin sedarah.

9. Suku Korowai, Papua

Selain Suku Kombai, di Papua juga terdapat Suku Korowai yang masih bertahan hingga sekarang. Namun, suku ini terancam punah karena jumlahnya makin sedikit. Suku ini tinggal di lebatnya hutan di Papua dan memiliki kesamaan dengan Suku Kombai dalam hal cara bertahan hidup, yakni tinggal diatas pepohonan tinggi. 

10. Suku Anak Dalam, Jambi

Suku Anak Dalam tinggal di Provinsi Jambi dan menyebar di hutan-hutan. Karakteristik suku ini adalah kehidupannya yang primitif dan jauh dari peradaban. Keberadaan suku ini kini terancam, bersamaan dengan meningkatnya pembangunan perusahaan di hutan-hutan Sumatera. Banyak dari anggota suku yang kemudian harus meninggalkan kampung halamannya akibat dari perkembangan industri di sana.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)