logo rilis
Tanggapi soal Kelangkaan, Kementan: Pupuk Subisidi Cukup bahkan Ditambah 1,2 Juta Ton
Kontributor
Elvi R
20 Februari 2020, 20:35 WIB
Tanggapi soal Kelangkaan, Kementan: Pupuk Subisidi Cukup bahkan Ditambah 1,2 Juta Ton
Dirjen PSP Kementan Sarwo Edi. FOTO: Ditjen PSP Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Kelangkaan pupuk bersubsidi disebutkan terjadi dibeberapa daerah. Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edi mengatakan, pupuk bersubsidi di berbagai daerah cukup dan tidak ada kekurangan. Kendati demikian, kasus di daerah biasanya terjadi karena petani belum mengisi sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK).

Sistem ini merupakan satu persyaratan untuk memperoleh sarana produksi pertanian kelompok tani dari Gapoktan atau lembaga lain (penyalur sarana produksi pertanian dan perbankan), termasuk perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi. Saat ini sistem ini telah dirancang berbasis eletronik guna mendata kebutuhan pupuk dengan lebih efisien. Pemerintah pusat pun membuka data mulai tangga 20 hingga 25 setiap bulan.

"Pupuk cukup, silahkan cek sendiri ke TKP Kasusnya adalah, Si petani mau tebus pupuk, di tolak kios karena belum membuat RDKK, banyak terjadi sperti itu," ujar Sarwo Edi saat dikonfirmasi rilis.id, Kamis (20/2/2020).

Lebih lanjut, menurut Sarwo Edi, Kementan akan melakukan penambahan pada pupuk bersubsidi. Hal ini dilakukan seiring dengan adanya penambahan luas baku sawah sesuai Surat Keputusan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia.

"Sedang kami usulkan penambahan subsidi pupuk ke Menteri Keuangan. Rencananya ditambah 1,2 Juta Ton," ungkapnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, masyarakat Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mengeluh terkait sulitnya mendapatkan air bersih dan pupuk bersubsidi di daerah itu.

"Masalah yang dominan disampaikan dan dikeluhkan masyarakat adalah terkait sulitnya mendapatkan air bersih dan pupuk bersubsidi," kata Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa, Rabu (20/2/2020). 

"Kita mendorong Pemerintah Kota Gunungsitoli membantu masyarakat agar tidak sulit mendapat pupuk bersubsidi dan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar," ujarnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID