logo rilis

Tanggapi Klaim Gubernur NTT, DPR Minta Pemerintah Buka PoD Blok Masela Ke Publik
Kontributor
Nailin In Saroh
30 Oktober 2019, 10:09 WIB
Tanggapi Klaim Gubernur NTT, DPR Minta Pemerintah Buka PoD Blok Masela Ke Publik
Ilustrasi Blok Masela

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi VII DPR RI Saadiah Uluputty meminta pemerintah pusat membuka peta konsesi wilayah yang ada dalam Plan Of Development (PoD) atau rancangan pengembangan lapangan proyek Blok Masela ke publik.

Hal itu dikatakanya menanggapi pernyataan Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang mengklaim,  bahwa daerahnya akan mendapat keuntungan sebanyak 5 persen dari pengembangan gas bumi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku pada 2025.

Untuk itu, anggota DPR yang membidangi komisi Energi, Riset, Teknologi, dan Lingkungan Hidup itu mendesak Presiden Jokowi segera membuka Plan Of Development (PoD). Sehingga menurutnya, posisi geografis Blok Masela akan diketahui secara jelas dan transparan jika peta konsesi tersebut dibuka ke publik.

"Jadi, publik mesti tahu Blok Masela masuk di wilayah administrasi mana, agar tidak muncul klaim-klaim yang tidak berdasar," ujar Saadiah, Selasa, (29/10/2019).

Selain itu, legislator Maluku itu mengatakan pemerintah pusat juga wajib memberikan penegasan tentang posisi Blok Masela dari segi wilayah administratif dimana pendekatan yang dipakai yakni pasal 4 huruf C Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016.

“Participating Interest (PI) 10 persen diberikan kepada lebih dari satu provinsi apabila posisi bloknya masuk dalam wilayah administrasi lebih dari satu provinsi. Jadi kata kuncinya adalah wilayah administrasi," imbuhnya.

Presiden Jokowi pun diminta segera memberikan klarifikasi terhadap persoalan klaim Gubernur NTT tersebut. Jika lambannya respons pemerintah pusat terkait persoalan itu tentu akan menimbulkan dampak disharmonisasi masyarakat.

"Pemerintah harus memberikan klarifikasi. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut karena bisa menimbulkan keresahan masyarakat,” pungkas Politikus PKS ini. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID