logo rilis
Tanam Perdana Kebun Clapar Awal Pengembangan Jeruk di Batang
Kontributor
Elvi R
26 April 2018, 10:21 WIB
Tanam Perdana Kebun Clapar Awal Pengembangan Jeruk di Batang
Tanam Perdana Jeruk di Kebun Clapar. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kerja sama pengembangan jeruk antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Balitbangtan) dengan Kabupaten Batang ditandai dengan penanaman perdana jeruk di Kebun Buah Clapar Kabupaten Batang, Rabu (25/04/2018).

Kegiatan tanam perdana ini dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardiyanto, Bupati Batang Wihaji SAg, M.Pd beserta jajaran. Kepala Balitjestro Dr. Muhammad Taufiq Ratule, kepala Balitsa Dr. Catur Hermanto, Kepala Balithi Dr. Rudy Suhendi serta Kepala BPTP Jateng Dr. Harwanto.

Bupati Batang menyampaikan, kegiatan ini ke depan tidak hanya hortikultura aksi tetapi juga menjadi agrowisata baru sebagai edukasi bagi masyarakat tentang hortikultura. Agrowisata ini sudah tercantum dalam Peraturan Daerah sehingga pengembangannya harus benar-benar terkawal dengan baik. Arahnya, ke depan wisatawan dapat berkunjung untuk belajar tentang pertanian. Khusus Kebun Buah Clapar yang dikelola pemda diharapkan menjadi lahan percontohan bagi petani dalam mengembangkan jeruk.

"Selanjutnya, jeruk yang dibagikan akan ditanam di 12 kecamatan yang dikelola oleh petani dan gapoktan dengan luas tanam sekitar 70 hektare", imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardiyanto mengatakan, Kabupaten Batang mempunyai wilayah dari dataran rendah sampai tinggi. 

"Untuk itu nanti varietas  yang ditanam disesuaikan dengan kondisi wilayah," ungkap Dr. Hardiyanto.

Selain itu keunggulan  benih yang diberikan adalah bebas penyakit dan berlabel. Setelah ditanam, dalam pengembangannya akan diberikan teknologi budidaya yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk diadopsi petani.

Adapun varietas yang di salurkan ke petani adalah, Keprok RGL, Siam Pontianak, Keprok Terigas dan Siam Madu. Jumlah yang disalurkan ke Batang sejumlah 21260 benih sebagai tahap awal dari 35000 benih yang direncanakan.

Sumber: Aminudin Fajar/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)