logo rilis

Tambah Stafsus dari Santri, Jokowi Ingin Dekati Kelompok Islam
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
18 Mei 2018, 14:52 WIB
Tambah Stafsus dari Santri, Jokowi Ingin Dekati Kelompok Islam
Presiden Joko Widodo. FOTO: Sekretariat Kabinet RI

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Nanang Suryana, mengatakan, penambahan 4 Staf Khusus Kepresidenan oleh Joko Widodo adalah bagian dari proses politik. Bahkan, Jokowi juga dinilai tengah mendekati kelompok Islam dengan memilih salah satu staf khususnya itu dari kalangan santri, yakni Abdul Ghofarruzin. 

"Saya pikir ini adalah bagian dari upaya pemerintah guna mendekatkan diri dengan segmen kelompok Islam," kata Nanang kepada rilis.id, Jumat (18/5/2018). 

Dengan memilih santri, imbuh Nanang, Jokowi Ingin menegaskan keberpihakannya terhadap umat Islam. Lebih dari itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga ingin membina jaringan dan komunikasi yang efektif kepada para ulama dan berbagai pesantren. 

"Jika kemudian ada insentif elektoral yang didulang dari proses ini, hal itu merupakan bagian yang niscaya dari sebuah proses politik," ujarnya. 

Karena itu, Nanang pun menilai, penambahan 4 staf khusus yang dilakukan Jokowi adalah sebuah kewajaran.

"Terlebih, jika dikaitkan dengan keinginan mengakselerasi kinerja," pungkasnya. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi menambah 4 Staf Khusus Kepresidenan yang sebelumnya sudah ada 11 orang. Jokowi beralasan, penambahan itu karena faktor kebutuhan seiring tugas kepresidenan yang semakin banyak tahun ini.

Keempat nama baru Staf Khusus Presiden itu yakni Abdul Ghofarruzin, Siti Dhzu Hayatin, Adita Irawati, dan Ahmad Erani.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)