logo rilis
Tambah 4 Staf Khusus, PKS: Presiden Tak Sensitif soal Anggaran
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
18 Mei 2018, 15:36 WIB
Tambah 4 Staf Khusus, PKS: Presiden Tak Sensitif soal Anggaran
Politisi PKS, Mardani Ali Sera. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah dianggap tak sensitif terhadap anggaran negara saat ini. Sebab, Presiden Joko WIdodo menambah empat Staf Khususnya saat nilai tukar rupiah ambruk.

"Dengan kondisi keuangan seperti sekarang ini, langkah Presiden itu menunjukkan ketidaksensitifan terhadap anggaran," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, kepada rilis.id di Jakarta, Jumat (18/5/2018). 

Meski mengaku penambahan itu merupakan hak Jokowi, namun menurutnya, tugas pokok Staf Khusus Presiden belum jelas. "Padahal, masyarakat perlu mendapat penjelasan yang jelas," katanya.

Mardani bahkan menyebut, ketidakjelasan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) empat Staf Khusus Presiden anyar membuat kejanggalan. Sehingga, baginya, wajar bila publik mengaitkan masalah ini dengan kepentingan Jokowi pada "pesta demokrasi". "Publik berhak berpendapat demikian," tandasnya. 

Presiden Jokowi menambah empat Staf Khusus. Dengan demikian totalnya menjadi 11 orang. Dalih penambahan, kebutuhan seiring tugas kepresidenan yang semakin banyak.

Keempat nama baru Staf Khusus Presiden, adalah Abdul Ghofarruzin, Siti Dhzu Hayatin, Adita Irawati, serta Ahmad Erani.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)