logo rilis
Taman Nasional Komodo Klaim Berhasil Kendalikan Sampah
Kontributor
Kurniati
16 April 2018, 11:33 WIB
Taman Nasional Komodo Klaim Berhasil Kendalikan Sampah
Aksi bersih sampah di Taman Nasional Komod. FOTO: Instagram/@komodo_national_park

RILIS.ID, Kupang— Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Budi Kurniawan, mengklaim masalah sampah di kawasan wisata Pulau Komodo sudah mulai terkendali, dengan dukungan berbagai skema penanganan yang diterapkan.

"Pada awal Februari 2018 memang sampah masih bermasalah. Namun dengan berbagai skema penanganan yang kami lakukan sekarang sudah mulai terkendali," kata Budi Kurniawan di Kupang, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, sampah-sampah yang sebelumnya banyak mengotori sejumlah desa di dalam kawasan wisata Taman Nasional Komodo seperti Papa Garang, Rinca, Komodo secara bertahap sudah tertangani.

"Ini juga berkat dukungan pembentukan kelompok masyarakat peduli sampah yang secara psikologis membuat masyarakat juga berperan aktif menangani sampah," ungkap Budi Kurniawan.

Budi menjelaskan, beberapa skema yang diterapkan dalam penanganan sampah di kawasan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) ini, di antaranya membentuk kelompok masyarakat peduli sampah.

Kelompok ini, lanjutnya, melibatkan masyarakat di desa-desa dalam kawasan wisata Komodo yang bekerja mengumpulkan sampah secara terjadwal selama tiga hingga empat hari dalam seminggu di setiap bulannya.

"Rata-rata sampah terkumpul puluhan karung ukuran 100 kilogram, kemudian dipilah-pilah antara sampah organik-anorganik, lalu diangkut ke Labuan Bajo," katanya.

Di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, sampah organik didaur ulang bekerjasama dengan Koperasi Serba Usaha (KSU) Komodo dan sisanya (anorganik) dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Selain itu, lanjutnya, skema penanganan sampah juga dilakukan bersama mitra-mitra terkait untuk gerakan penanganan setiap tiga bulan sekali.

"Gerakan secara masif ini melibatkan peran serta masyarakat, pelaku wisata dan instansi terkait termasuk anak-anak sekolah," katanya.

Budi Kurniawan mengatakan, penanganan sampah juga dibantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui gerakan bersama penanganan sampah setiap bulan.

Semua mitra, katanya, sudah saling bersinergi untuk menangani masalah sampah di kawasan wisata Komodo yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan secara nasional itu.

Budi memastikan, berbagai gerakan penanganan sampah ini akan terus dilakukan hingga persoalan sampah di kawasan wisata itu yang sering dikeluhkan berbagai pihak dapat teratasi.

"Gerakan ini akan terus berlanjut sampai dipastikan bahwa sampah-sampah tidak lagi menjadi persoalan utama di destinasi wisata Komodo ini," katanya.

Sumber: ANTARA


komentar (0)