logo rilis
Tak Usung Prabowo Jadi Capres, Pengamat: Gerindra Bunuh Diri
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
19 Juli 2018, 14:15 WIB
Tak Usung Prabowo Jadi Capres, Pengamat: Gerindra Bunuh Diri
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Hukum dan Advokasi Gerindra, Jakarta, Kamis (5/4/2018). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, menilai, Partai Gerindra harus tetap mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Karena menurutnya, pencapresan Prabowo akan mendongkrak suara Gerindra di Pemilihan Legislatif 2019. 

"Jadi, pencalonan Prabowo oleh Gerindra menurut saya tidak akan berubah. Adalah tindakan bunuh diri jika Gerindra nekat mengistirahatkan Prabowo," kata Said melalui siaran persnya kepada rilis.id, Kamis (19/7/2018). 

Said mengatakan, masyarakat memiliki kecenderungan untuk memilih partai politik yang mengusung kadernya sebagai capres atau cawapres. Sehingga, ujar dia, menjadi wajar bila setiap parpol berusaha keras memasukkan kadernya sebagai capres atau cawapres.

Dengan menempatkan kadernya sebagai capres atau cawapres, lanjut dia, parpol berharap dapat memetik manfaat elektoral dari perilaku pemilih tersebut. Hal itu untuk memperbanyak perolehan suara pileg dan kursi di legislatif.

"Nah, dalam konteks itulah pengusulan Prabowo sebagai capres oleh Partai Gerindra menemukan argumentasinya. Jika Prabowo hanya menjadi king maker dan menyerahkan posisi capres kepada tokoh dari parpol lain atau tokoh dari non parpol, maka Gerindra jelas akan sangat merugi," ujarnya. 

Said menjelaskan, bisa saja Prabowo menjadi king maker tanpa mengorbankan potensi raihan suara di Pileg 2019. Namun, menurut dia, tokoh yang akan diusung itu harus terlebih dahulu menjadi kader Gerindra sebelum bertarung di pilpres. 

"Tetapi Gerindra juga perlu berhitung jika ingin menggantikan Prabowo dengan tokoh yang lain. Sebab kalau kalkulasi Gerindra sampai meleset, yang ada nantinya alih-alih bisa menang, presentase suara Prabowo di pilpres sebelumnya malah bisa menciut," tandasnya.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)